Jadilah yang Pertama Tau

Kejari Lombok Tengah Periksa 12 Bendahara UPT Disdik, ada apa?

kicknews.today – Kejaksaan Negeri Lombok Tengah terus mendalami kasus dugaan pungutan liar (Pungli) gaji 13 guru di Loteng tahun 2017 yang dilakukan pengurus PGRI Loteng. Rabu (6/12) pukul 09.00 Wita, Kejaksaan melakukan pemeriksaan semua bendahara UPT Dinas Pendidikan (Disdik) Kecamatan di Loteng.

“Hari ini sebanyak 12 orang bendahara UPT Disdik kecamatan kita periksa untuk kelarifikasi terkait dasar pungutan gaji 13 guru yang dilakukan oleh pengurus PGRI Loteng itu,” ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri Praya, Feby Rudy P, SH.

Pemeriksaan terhadap semua bendahara UPT Disdik kecamatan itu hanya sebatas klarifikasi. Karena dana pungutan gaji ke-13 guru itu dikumpulkan kepada mereka selaku bendahara di kecamatan.

“Mereka ditanya terkait dasar pungutan itu dan jumlah dana yang terkumpul. Dan UPT kecamatan yang belum melakukan pengutan di Kecamatan Pujut, dan Kecamatan Batukliang diserahkan oleh pihak guru ke bendahara sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, jika ada indikasi tindak pidana dalam potongan itu maka akan dinaikan ke tahap penyelidikan. Namun, jika potongan itu sesuai dengan AD/ART organisasi  dan tidak ada ditemukan indikasi pindananya, maka kasus ini tidak bisa ditindaklanjuti.

“Tahap selanjutnya kita akan periksa Pengurus Cabang PGRI kecamatan, baru klarifikasi dari pihak guru,” tegasnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Praya telah melakukan pemeriksaan tehadap Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Loteng, H Lalu Dipta  dan Bendahara PGRI Loteng, Rianto beberapa waktu lalu.

Mereka juga diperiksa terkait dengan kasus dugaan pungli gaji ke-13 guru di Loteng tahun 2017. Pungutan itu rencananya untuk melanjutkan pembangunan gedung Kantor PGRI Loteng. (ade)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat