Jadilah yang Pertama Tau

Bule Asal Belanda Meninggal di Lombok Tengah

kicknews.today – Warga Negara Asing (WNA)  bule asal Belanda, Johanes Wiliem Charles meninggal dunia di Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (5/12) pukul 16.30 wita.

Almarhum meninggal akibat penyakit kencing manis dan struk yang dideritanya.

Wisatawan ini diketahui pensiunan Angkatan Laut Belanda atau Marininummer 047015 dengan pangkat terakhir Serma pada 24 November 1987 itu,  sempat menjalani perawatan di Puskesmas sebelum meninggal dunia.

Kepala Polres Loteng, AKBP Kholilur Rochman melalui Kasatreskrim, AKP Rafles P Girsang mengatakan, bahwa korban meninggal dunia saat berada di rumah kontrakanya. Selama liburan, Johanes mengontrak rumah salah seorang warga di Dasan Sade yakni miliknya Amaq Badi.

“Korban meninggal karena sudah tua dan sakit akibat struk dan kencing manis yang dideritanya,”ungkap Rafles

Kejadian itu berawal pada hari Jum’at (1/11) skitar pukul 09.00 wita lalu, korban sempat menerima perawatan di Puskesmas Kuta. Dimana  korban dibawa ke Puskesmas oleh warga setempat  yang mengetahui kondisi korban saat itu sangat lemas dan sangat membutuhkan pertolongan secepatnya.

“Sesampai di puskesmas Kuta, korban dirujuk ke RSUP NTB menggunakan ambulance dan sempat mendapat penanganan  di ruang IGD,”jelasnya.

Namun,  setelah dilakukan pemeriksaan dan menjalani rawat inap selama  satu malam di ruang IGD, saat itulah korban divonis menderita penyakit Kencing Manis dan struk Ringan.

“Karena tidak ada biaya, korban meminta pulang paksa pada hari Sabtu dan dibawa menggunakan mobil pribadi oleh warga yang sebelumnya membawa korban kekontrakanya,”jelasnya.

Tiba di kontrakan, Johanes  ditemani warga setempat yakni Merip dan Maya. Namun tiba- tiba pada hari ini sekitar pukul 16.30 wita, korban ditemukan meninggal dunia oleh saksi Maya itu.

“Saksi kemudian memberitahukan kejadian itu kepada Kepala Desa Rambitan,”ungkapnya

Atas kejadian itu, aparat kepolisian langsung mendatangi tempat kejadian untuk melakukan pengecekan terhadap korban, serta mengumpulkan data dan bukti sehubungan penyebab penyakit yang mengakibatkan korban meninggal.

“Jenazah korban saat ini masih di RSU Bhayangkara Mataram untuk menjalani pemeriksaan atau aotopsi, dan sambil menunggu pihak keluarga dan kedutaaan,”pungkasnya. (ade)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat