Jadilah yang Pertama Tau

Menilik Arah Dukungan PKS di Pilkada NTB

Pilkada Provinsi NTB sudah kian dekat, eskalasi politik belakangan ini semakin memanas dengan telah deklarasinya dua pasangan calon kandidat yang akan bertarung pada pilkada 2018 mendatang. Pasangan tersebut adalah Ahyar-Mori dan Suhaili-Amin.

Lobi-lobi politik sudah barang tentu semakin digencarkan, hal ini untuk memastikan calon mana yang akan diusung dan didukung, tentu dengan pertimbangan mendasar adalah siapa yang paling berpotensi untuk memenangkan kontes politik ini.

Partai-partai politik seperti Gerindra, PPP, dan PAN telah lebih dahulu memastikan dukungan mereka mendarat pada pasangan Ahyar-Mori yang SK dukungannya dibacakan ketika Deklarasai Awal Oktober lalu, kemudian belakangan ini disusul pula oleh PDIP yang mengklaim memiliki kesamaan visi-misi dengan calon ini.

Hal yang kemudian ditunggu-tunggu adalah, partai-partai politik yang sampai saat ini masih malu-malu untuk secara terang-terangan mengemukakan siapa calon yang akan diusung, atau di dukung pada perhelatan akbar politik NTB ini.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang notabene di gadang-gadang akan mengusung duo Doktor Zul-Rohmi menyatakan bahwa hal tersebut masih belum final. Hal yang lebih mengejutkan lagi adalah, ketika PKS menyatakan bahwa bakal calon yang masuk dalam bursa rekomendasi yang akan diusung justru diluar Dr. Zul dan Rohmi, melainkan Ahyar Abduh.

Dapat kita nilai bersama, bahwa sesungguhnya PKS dalam menentukan arah dukungannya masih di selimuti kebimbangan yang amat mendalam. PKS tentu ingin lebih rasional ketika memberikan dukungan.

Berkaca pada Pilkada DKI Jakarta yang lalu, PKS memberikan dukungannya kepada pasangan Anies-Sandi yang jelas bukan merupakan kader mereka. Namun kembali ingin ditekankan bahwa, PKS hanya ingin rasional dengan calon yang akan mereka dukung.

Keberadaan Ahyar Abduh yang menurut Survei LSI merupakan kandidat paling kuat yang akan memenangkan Pemilu Gubernur nanti, sudah barang tentu menjadi salah satu pertimbangan PKS untuk melayangkan dukungan. Terlebih survei-survei yang pernah dilaksanakan oleh LSI terbilang akurat.

Hasil survei tersebut membuktikan bahwa popularitas Ahyar Abduh sangat tinggi jika dibandingkan dengan calon-calon lain. Terlebih jika melihat kinerjanya selama dua periode menjadi Walikota mataram, selain itu Ahyar Abduh dianggap lebih mampu menyatukan tokoh-tokoh untuk membangun NTB, tidak tanggung tanggung dari semua kalangan.

PKS memang harus segera menentukan pilihannya, dan dengan memilih untuk mendukung Ahyar Abduh merupakan salah satu langkah positif PKS untuk tetap berada pada jalur kemenangan.

Pasangan Ahyar Abduh – Mori hanafi adalah dua unsur lengkap yang dapat menyatukan semua pihak. Ahyar Abduh dengan kebijaksanaanya, dan Mori Hanafi dengan jiwa mudanya merupakan kombinasi konkrit untuk semakin berkembangnya lokomotif kemajuan di Nusa Tenggara Barat.

Penulis adalah tokoh muda di Lombok Tengah

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat