in

Warga Dua Gili di Lombok Utara Siap Bongkar Sendiri Bangunan Liar

Tim penertiban saat sosialisasi di Gili Air

kicknews.today – Rencana Pemda KLU menertibkan Gili Meno dan Gili Air tampaknya disambut baik warga. Berdasarkan sosialisasi yang digelar pada 28 dan 29 Nopember kemarin, warga siap membongkar sendiri bangunan yang dinilai melanggar.

“Intinya warga siap membongkar sendiri, tetapi mereka minta penambahan batas waktu ke pemda,” ungkap Kabag Pembangunan Setda KLU Lalu Majemuk, Jumat (1/12).

Sosialisasi selama dua hari itu setidaknya dihadiri oleh puluhan warga. Mayoritas mereka meminta supaya pemda tidak terlalu lama merealisasikan pembangunan di lokasi pasca penertiban.

“Warga di Gili Air paling banyak sekitar 34 orang. Kami diminta agar segera membangun setelah penertiban dilakukan,” katanya.

“Permintaan lainnya, yaitu untuk memasang grand design rencana pembangunan di sekitar lokasi,” imbuhnya.

Menurutnya, apa yang menjadi aspirasi akan dibicarakan lagi di internal tim penertiban. Khususnya mengenai estafet realisasi pengerjaan fisik pasca penertiban.

“Di sana sudah saya jelaskan, sebab mekanisme anggaran di pemerintah tidak bisa langsung begitu. Tentu ada proses pembahasan dan persetujuan oleh dewan,” jelas Majemuk.

Terkait sejauhmana persiapan tim, Majemuk mengaku prosesnya berjalan lancar. Pihaknya juga menegaskan eksekusi tidak akan mengganggu jalannya aktivitas wisatawan.

“Karena kami lakukan di awal tahun pada saat low season. Apalagi sisa-sisa penertiban akan langsung ditimbun di lahan pemda di sana. Ini supaya dapat menghemat coast anggaran,” ujarnya.

Data yang dihimpun berdasarkam identifikasi tim, bangunan melanggar di Gili Meno tercatat 41 unit. Tiga bangunan sudah berkonstruksi permanen, sedangkan sisanya semi permanen.

Sementara di Gili Air terdapat 93 bangunan, terdiri dari 10 bangunan permanen dan 83 bangunan semi permanen. (iko)