in

PAW Anggota DPRD NTB Lalu Sudiartawan Tinggal Tunggu Waktu

Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahali Fikri

kicknews.today – Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD NTB dari Fraksi Partai Demokrat, H Lalu Sudiartawan, SH. tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Dalam Negeri.

Rencananya, SK pergantian politisi asal dapil VIII Kabupaten Lombok Tengah itu diperkirakan turun paling lambat Desember.

Setelah SK tersebut turun, secara resmi dia diberhentikan sebagai anggota DPRD NTB.

Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahali Fikri yang dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya tinggal menunggu SK dari Mendagri. Kemudian DPRD NTB melakukan proses PAW melalui sidang paripurna.

“Kan kalau Lalu Sudi (Sudiartawan) keputusannya sudah inkrah, sejak akhir bulan Agustus sudah diberhentikan dari keanggotaan DPRD NTB, sesuai SK Kemendagri. Tinggal SK pengangkatan calon penggantinya,” ungkapnya, Selasa (28/11).

Dia mengatakan, Sudiartawan akan digantikan oleh peraih suara terbanyak kedua dari dapil VIII, yang juga mantan Wakil Ketua DPRD NTB serta mantan Ketua DPD Partai Demokrat NTB, yakni Lalu Abdul Halik Iskandar, alias Mamiq Alex.

“Sekarang sedang menunggu SK pengangkatan Mamiq Alex dari Kemendagri yang menurut info akan turun akhir bulan ini,” kata Mahali.

Yang jelas, partai sudah melalui proses sesuai aturan. Dengan demikian, diusulkan ke Kemendagri melalui Pemerintah Provinsi NTB.

Terpisah, Sekretaris DPRD NTB, Mahdi Muhammad, SH., MH. juga menyampaikan hal yang sama, bahwa pihak DPRD NTB tinggal menunggu SK dari Mendagri untuk memproses PAW.

“Kalau dari DPP rasanya sudah ada, tapi pemberhentian dan pengangkatan anggota DPRD NTB itu SK dari Menteri Dalam Negeri, bukan SK DPP partai. Jadi kami menunggu SK dari Mendagri sebagai dasar PAW,” jelas Mahdi.

Diketahui sebelumnya, bahwa proses pemberhentian Lalu Sudiartawan memakan proses yang cukup panjang. Pasalnya, Sudiartawan yang duduk di Komisi IV, diduga melakukan perlawanan lewat jalur hukum, sampai ke tingkat kasasi Mahkamah Agung. Meskipun pada akhirnya, Sudiartawan tetap dinyatakan kalah di tingkat Kasasi. (prm)