in ,

Banjir di Lombok Timur, Seorang Anak Tewas, Ternak hingga Mobil Hanyut

Akibat banjir di Lombok Timur tewaskan seorang anak
Akibat banjir di Lombok Timur tewaskan seorang anak

 

kicknews.today – Hujan yang mengguyur Kabupaten Lombok Timur sejak Jumat sampai Sabtu sore kemarin berdampak banjir bandang di empat kecamatan. Bencana ini juga menimbulkan korban jiwa, seorang anak tewas.

Korban tewas diketahui bernama Waesilia Cantika Bilian (10), meninggal akibat tertimpa reruntuhan rumahnya di Desa Sapit Kecamatan Keruak Lotim.

Kepala BPBD Provinsi NTB, H Muhammad Rum membenarkan kejadian tersebut.

“Ada satu korban jiwa meninggal dunia akibat reruntuhan rumah, ” ungkapnya, Sabtu (12/11).

Selain korban jiwa, Rum juga mengabarkan rumah yang terdampak termasuk kerusakan yang timbul. Akan tetapi, mengenai apa saja yang rusak akibat kejadian itu masih tahap identifikasi.

“Saya sudah turunkan dua tim membantu masyarakat sekaligus identifikasi kerusakan dan lain sebagainya,” ujar dia.

Rum mengungkapkan, hujan yang turun Sabtu (18/11) pukul 17.30 wita, dengan intensitas cukup tinggi. Hal itu mengakibatkan meluapnya dua buah embung di bawah Bendungan Pandandure, membuat empat kecamatan terkena dampak.

Seperti, Kecamatan Keruak terdapat beberapa desa terdampak seperti, Desa Stingkep Lingsar, Desa Batu putih, Desa Sapit, Desa Senyiur, Desa Batu Rampes, Desa Bintang Oros. Kemudian, Kecamatan Jerowaru, terdampak Desa Sepapi dan Desa Pebendem.

Di Kecamatan Sakra terdapat satu desa yakni Desa Suangi dan Kecamatan Sakra Barat ada Desa Gunung Raya. Akibat banjir itu, akses jalan dari Loteng ke Lotim jalur Praya – Keruak dan Sepapan menuju Jerowaru lumpuh total.

Upaya yang dilakukan BPBD, membantu evakuasi masyarakat banjir dan ditampung dirumah keluarga yang lebih tinggi masjid dan Musholla dan mengiventarisasi dampak banjir.” Saat ini membutuhkan Selimut, tenda, terlalu, “tutupnya.

Sementara penuturan warga, banjir menyebabkan rumah beserta isinya hanyut. Harta benda seperti ternak, sepeda motor dan mobil milik salah satu warga digerus air.

“Warga Desa Penendem, kehilangan kendaraan, rumah dan isinya juga ternak habis tergerus derasnya air,” ungkap salah seorang warga Desa Penendem, H Adil, Sabtu (18/11).

Dia berharap kepada pemerintah daerah segera turun melakukan penanganan banjir.

“Terpaksa kami mengungsi ke salah satu Puskesmas yang tidak terkena dampak banjir,” kata dia, sambil menuturkan bahwa banjir itu mencapai ketinggian empat meter. (prm)