BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Potong Gaji ke-13 Guru, Ketua PGRI Lombok Tengah Diperiksa Kejaksaan

Ketua PGRI Loteng, H Lalu Dipta (pakaian dinas)

 

kicknews.today – Kejaksaan Negeri Praya Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) melakukan pemeriksaan terhadap Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Loteng, H Lalu Dipta, Senin (13/11). Lalu Dipta yang juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadis Dikpora) Lombok Tengah itu diperiksa terkait kasus dugaan pungutan liar (Pungli) gaji ke-13 guru di Loteng tahun 2017.

Selain itu, diperiksa juga Bendahara PGRI Loteng, Rianto.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Praya,  Feby Rudi, SH mengatakan, Ketua dan Bendahara PGRI Loteng itu diperiksa terkait laporan dugaan kasus pungli gaji 13 guru di Loteng beberapa bulan yang lalu.

“Kita lakukan pemeriksaan untuk kelarifikasi laporan yang diterima Kejaksaan Negeri Praya,” ujar Feby Rudi.

Dijelaskannya, sesuai dengan laporan yang diterima, jumlah potongan gaji 13 guru yang dilakukan Pengurus PGRI Loteng Rp 150 ribu sampai Rp 250 Ribu. Dana itu rencananya akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan Gedung PGRI Loteng. Akan tetapi pemotongan gaji 13 itu tidak pernah ada kesepakatan dengan semua guru.

“Kita juga akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa  guru yang gaji 13 -nya dipotong sebagai saksi,” ucapnya.

H Lalu  Dipta yang ditanyai usai diperiksa mengakui, bahwa dia dan bendaharanya dipanggil jaksa terkait dugaan pemotongan gaji 13 guru untuk melanjutkan pembangunan Gedung PGRI Loteng tersebut.

“Pemotongan gaji 13 itu dilakukan berdasarkan kesepakatan semua Pengurus PGRI Loteng. Karena Pengurus Cabang PGRI Loteng ingin menuntaskan pembangunan Gedung PGRI Loteng,” ucapnya

Dikatakannya, sumbangan untuk melanjutkan pembangunan Gedung PGRI Loteng itu tidak pernah ada paksaan terhadap para guru. Uang yang diberikan itu juga dilengkapi dengan surat pernyataan dari pemberi. Sehingga dana yang dikumpulkan untuk melanjutkan pembangunan Gedung PGRI Loteng sesuai prosedur.

“Jumlah uang yang terkumpul dari sumbangan guru itu Rp 200 juta. Besaran sumbangan yang diberikan itu bervariasi ada yang Rp 50 ribu, dan ada juga Rp 500 ribu,” pungkasnya. (ade)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Terpidana Korupsi ADD Desa Lekor Kembalikan Kerugian Negara Rp 145 Juta

  kicknews.today – Terpidana Kasus Korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) dan Beras Miskin (Raskin), Desa ...