in

Menwa Rinjani NTB Terjun “Serbu” Toilet Masjid di Ampenan

Danmenwa Rinjani NTB Taufiqurrahman (baju merah) bersama calon anggota Menwa saat membersihkan tempat wudhu (Foto: Ist)
Danmenwa Rinjani NTB Taufiqurrahman (baju merah) bersama calon anggota Menwa saat membersihkan tempat wudhu (Foto: Ist)

 

kicknews.today – Seratus lebih calon anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) Rinjani se-NTB terjun ke delapan Mesjid di wilayah Ampenan Kota Mataram, Jumat (3/11). Mereka dengan sukarela turun untuk membersihkan toilet dan tempat wudhu yang ada di rumah ibadah umat Islam tersebut.

Komandan Menwa Rinjani NTB, Taufiqurrahman menjelaskan, agenda pembersihan toilet dan tempat wudhu masjid ini, dilaksanakan sebagai agenda baru dalam rangkaian Pendidikan Dasar Militer (Diksarmil) anggota baru Menwa Rinjani NTB Tahun 2017.

“Kami menerima surat dari Lurah Ampenan Tengah yang menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan baru ini,” ungkap Taufiqurrahman yang ditemui saat pelaksanaan agenda pembersihan di Masjid Nurul Bahri Kampung Melayu Bangsal Ampenan.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Pak Lurah, karena permintaannya senada dengan salah satu misi utama Menwa yang harus bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tambah Taufiq.

Dalam kegiatan yang tergolong langka dilakukan lembaga atau komunitas lain itu, Menwa Rinjani NTB mengerahkan 140 orang lebih. Mereka disebar di delapan masjid yang rutin digunakan masyarakat untuk beribadah Salat Jum’at. Agenda pembersihan berjalan lancar dalam waktu yang relatif cepat.

Lurah Ampenan Tengah, Hasbullah mengapresiasi kegiatan Menwa itu. Sebelumnya  ia berinisiatif bersurat ke Menwa meminta bantuan pembersihan tempat ibadah.  Ia mengaku ingin mewujudkan kebersihan di lingkungan rumah ibadah, yang diawali dengan pembersihan di masjid-masjid  di wilayahnya.

“Alhamdulillah kami segera mendapat respon dari rekan-rekan Menwa NTB. Karena menurut ajaran agama kebersihan itu sangat penting. Semoga dari kegiatan ini bisa memotivasi masyarakat juga,” ungkap Hasbullah.

Ia berharap, agar agenda ini bisa dilaksanakan terus secara rutin, tidak hanya untuk Masjid yang digunakan untuk salat Jum’at, namun juga untuk semua Masjid dan Mushola lain.  Bahkan jika memungkinkan untuk rumah ibadah semua agama secara bergilir. (red)