in

Vila, Hotel Sampai Kafe di Gili Air dan Meno Segera Dirobohkan

Bangunan diduga melanggar aturan di Gili Meno
Bangunan diduga melanggar aturan di Gili Meno

 

kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) telah melakukan pendataan bangunan yang akan ditertibkan di Gili Air dan Meno. Setidaknya ratusan bangunan diidentifikasi untuk dirobohkan dalan waktu dekat.

“Tahapan awal pendataan sudah dilakukan di dua Gili yaitu Air dan Meno,” ungkap Kabag Administrasi Pengendalian Pembangunan Setda KLU Lalu Majemuk, dikonfirmasi Rabu, (25/10).

Dijelaskan, bangunan di Gili Air jumlahnya sebanyak 93 unit yang terdiri dari bangunan permanen 10 unit dan bangunan semi permanen 83 unit. Sementara di Gili Meno tercatat 41 unit. Bangunan tersebut berlokasi disempadan pantai yang juga melanggar batas.

“Jenis bangunan ini beragam, ada vila, warung, hotel, lapak PKL, kafe, restoran dan lain sebagainya,” jelasnya.

Langkah selanjutnya, pasca validasi data ini pihaknya akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Harapannya supaya mereka dapat membongkar sendiri sebagaimana pola yang diterapkan di Gili Trawangan belum lama ini.

“Kami akan lakukan langkah awal seperti bersurat untuk memberitahukan jika bangunan mereka melanggar. Kemudian ada surat pernyataan untuk bongkar bangunan sendiri,” katanya.

Mengenai waktu pembongkaran akan dijadwalkan menyusul. Yang jelas, lanjutnya, penertiban bangunan itu akan dilaksanakan pada tahun 2018 mendatang. Mengenai hal teknis menyangkut bekas sisa pembongkaran akan dibahas kembali dalam rapat dengan tim.

“Setelah penertiban di sana apakah akan dibuat seperti apa itu ada master plannya. Dan dalam hal itu Bappeda yang punya rencana mereka yang susun,” pungkasnya. (iko)