in

Berhasil Jaga Kerukunan, NTB Dijadikan Contoh Cerminan Islam Moderat Dunia

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi seusai acara pembukaan Konfrensi Internasional di Islamic Center
Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi seusai acara pembukaan Konfrensi Internasional di Islamic Center

 

kicknews.today – Kehebatan masyarakat Nusa Tenggara Barat dipuji. Sebab mampu menjaga kerukunan antar umat beragama di tengah ragam budaya, etnis dan minimnya segala bentuk konflik, baik kekerasan, teror serta ancaman. Dalam Konferensi Internasional di Islamic Center pagi tadi, NTB  yang dikenal pulau seribu masjid ini bisa dijadikan contoh Islam moderat.

“Selama moderat itu bukan mencerminkan Islam. Jadi segala bentuk kekerasan, teror, ancaman, itu sebenarnya Islam jauh dari itu,” ungkap Ketua Ikatan Alumni Al-Azhar Cabang Indonesia, Prof. Dr. HM. Quraish Shihab, di acara pembukaan konferensi Internasional dan Multaqa alumni Al-Azhar di Islamic Center, Rabu (18/10).

Dia mengatakan, potret kehidupan umat Islam di NTB, sebagai cerminan Islam di Indonesia yang penuh dengan moderasi dan toleransi serta mengedepankan nilai-nilai kebersamaan menjadi contoh terbaik bagi kehidupan beragama di dunia.

Islam yang selalu hidup rukun dan saling tolong menolong dengan umat agama lain, seperti di NTB ini begitu dirindukan oleh umat-umat di dunia, bahkan di Arab.

Sementara itu, Wakil Ketua WOAG yang juga Mantan Menteri Waqaf Mesir, Prof. Dr. Muhammad Abdul Fadhiel El-Qoushi menyatakan kekagumannya, sekaligus menyerukan Umat Islam dunia  untuk mencontoh kehidupan toleransi kehidupan beragama di NTB.

“Contoh di NTB ini, kami kehilangan di Arab,” ungkapnya di hadapan ratusan alumni Al Azhar Mesir yang hadir.

Ditegaskan,  bahwa Islam itu bukan potongan potongan tubuh manusia yang terlempar akibat bom bunuh diri. Islam itu bukanlah kehidupan yang saling membenci atau saling menjauhkan  diri dengan umat lain. “Namun, Islam itu adalah saling berkontribusi, saling membangun hidup dan saling memberi kemanfaatan dalam kedamaian dengan suluruh  umat beragama,” ujarnya lantang.

Hanya saja, ia masih merasa heran kenapa toleransi yang baik di Indonesia atau di NTB ini belum ditularkan di seluruh belahan dunia. Ia yakin, seluruh dunia merindukan kehidupan umat beragama yang damai dan penuh toleransi seperti di NTB. Karena, saat ini lanjutnya yang dibutuhkan umat Islam itu bukanlah wacana atau apa yang tertulis di buku-buku atau di kertas-kertas. Namun yang paling dibutuhkan adalah pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyampaikan bahwa Islam di NTB itu bukanlah sekedar wacana atau sekadar teori yang tidak diterapkan dalam kehidupan nyata. Hal ini tegas Tuan Guru Bajang (TGB) dengan dibukanya segmen baru Pariwisata di NTB. Yaitu, wisata halal atau muslim friendly tourism. Melalui segmen ini, disamping menambah segmen Pariwisata yang ada juga untuk menunjukkan bahwa ada bagian-bagian dalam Islam itu yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi.

“Itu menunjukkan bahwa ajaran ajaran Islam itu membawa kebaikan di dalam tataran dunia nyata,” kata Gubernur Ahli Tafsir tersebut.

Menurutnya, Wisata halal ini, tidak hanya dapat dinikmati oleh umat muslim saja. Namun seluruh masyarakat, baik muslim, Hindu, Budha, Kristen dan umat umat lainnya dapat mengambil manfaat dari pertumbuhan pariwisata tersebut. “Ini adalah contoh bahwa Islam itu rahmatan Lil ‘alamiin,” paparnya. (prm)