BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Testimoni Para Tokoh Tentang “Merariq Kodeq”



Ir. Hj. Hartina, MM

“Kasus pernikahan dini ini juga menyebabkan tingginya angka drop out sekolah”

Ir Hj Hartina, MM

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTB

“Sudah ada komitmen bersama di semua jaringan untuk pendewasaan usia perkawinan. Ini penting untuk kesehatan ibu dan bayi”

Hj Wartiah, M.Pd

Ketua Komisi IV DPRD NTB

“Pemerintah dalam upaya pembangunan ummat adalah menyiapkan generasi siap mengisi kemerdekaan. Berbagai upaya pembangunan itu ditujukan untuk menyiapkan generasi tersebut. Salah satunya pendewasaan usia perkawinan.

Istilah pernikahan dini sebenarnya sedikit bias. Keluarga sakinah, mawaddah, warahmah bukan bicara batasan umur. Tidak terkait mutlak, tapi soal kesiapan.

Melihat hal ini bukan saja persoalan bolehnya (menikah), tapi bagaimana ummat itu secara meyakinkan bisa makmur dan bahagia.Tentu saja tidak berpatokan tunggal pada bolehnya (menikah) tapi kapan sebaiknya.”

TGH Hasanain Juaini

Sekjen PB Nahdlatul Wathan (NW)

” Pernikahan itu untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Tentu saja itu bisa dicapai jika mempelai laki-laki dan mempelai perempuan sama-sama dewasa secara emoisonla, dewasa secara pendidikan.  Melihat dari kacamata Al-Quran, tidak bisa sakinah, mawaddah, warahmah jika dilakukan sebelum memiliki kedewasaan.

Pernikahan dini ini artinya secara emosional, secara pendidikan, secara ekonomi, dan tanggung jawab masih belum siap. Karena dini makanya tujuan pernikahan itu tidak bisa dicapai. Inilah yang dilarang Al-Quran.”

TGH Subki Sasaki

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Madinah, Lombok Barat

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi Kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Provinsi NTB dalam Perjuangan Memutus Rantai Merarik Kodeq

  kicknews.today – Pernikahan dini ibarat mata rantai yang tidak bisa diputus. Dia bertemali dengan ...