BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Buka Usaha di Lombok, Tiga Bule Ditangkap Petugas Gabungan

Terlihat Dua Bule dibelakang Kasi Wasdakim Mataram, Ramdhani yang menunjukkan dokumen paspor bule (kanan) yang berhasil diamankan Imigrasi Mataram (Foto: Parman)

 

kicknews.today – Tim gabungan pemantauan orang asing yang terdiri dari Imigrasi Mataram dan Polda NTB berhasil mengamankan Tiga Warga Negara Asing (WNA) yang diduga melanggar Undang-Undang Keimigrasian karena membuka usaha di Lombok.

Tiga bule tersebut ditangkap ditempat berbeda yakni, IZ (35) dan AJ (53) asal Spanyol yang diamankan di Gili Air Kabupaten Lombok Utara dan JW (71) asal Australia ditemukan menetap di BTN Senggigi Kabupaten Lombok Barat.

Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Mataram, Azhan Miraza mengatakan, ketiga WNA itu terciduk tim pengawasan orang asing (timpora) pada hari Kamis (12/10).

“Informasi itu kita kembangkan kemudian lakukan operasi, hasilnya kami telah amankan tiga WNA yang terdiri atas dua warga Spanyol, dan satu warga Australia,” ungkapnya di Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, Jumat (13/10).

Sementara Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Ramdhani menjelaskan, penangkapan ini bermula dari adanya laporan warga sekitar terkait aktivitas ketiga WNA tersebut. Ketiganya terindikasi melanggar aturan keimigrasian.

Ramdhani menyebutkan, meski izin tinggal ketiganya masih berlaku, namun indikasi pelanggaran diduga dilakukan karena mereka melakukan aktifitas bisnis tanpa izin.

“Mereka buka usaha untuk mencari keuntungan dengan menyewakan bungalow, padahal izin tinggal mereka menggunakan visa wisata namun disalah gunakan,” kata dia.

Ramdhani memaparkan, AJ telah tinggal selama lima tahun dan berinvestasi di bidang jasa penginapan di Gili Air. Sedangkan, IZ bertindak sebagai manajer pemasaran yang tercatat baru tinggal selama dua bulan. Turis Spanyol ini kedapatan menyewakan usaha bungalow dengan tarif sebesar Rp. 700 ribu permalam.

Sementara warga Australia berinisial JW (71), pria lanjut usia ini terciduk di kediamannya yang berada di kawasan Senggigi, Lombok Barat. Pelanggaran yang dilakukan JW juga sama dengan dua warga Spanyol tersebut, yakni menjalankan usaha di Lombok.

JW disebut telah tinggal di Lombok selama dua tahun terakhir, dan telah 20 tahun berada di Indonesia, yaitu di Pulau Bali dan Lombok.

“Untuk bule Australia ini, dia menggunakan KITAS Lansia, namun usaha dijalankan yakni properti,” ujarnya.

JW disebut menyediakan atau menyewakan rumah kepada para ekspatriat yang ada di Lombok dengan tarif sebesar Rp 300 ribu permalam.

Petugas masih mendalami modus operandi ketiga WNA tersebut, termasuk mengenai besaran keuntungan yang didapat. Ketiganya diduga melanggar pasal 122 UU nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian tentang Ijin tinggal.

“Kita tindak lanjuti apakah masuk projustisia atau deportasi. Jika terbukti melakukan pelanggaran terancam hukuman lima tahun penjara dan denda maksimal Rp 500 juta,” tutupnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Polda NTB Wanti-wanti Insiden Presiden Jalan Kaki di HUT TNI Tak Terulang

  kicknews.today – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat mewanti-wanti kepada seluruh jajaran yang bertugas mengamankan ...