BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Satgas Anti Terorisme Bakal Dibentuk di NTB, ini tujuannya…

Diputi Bidang Koordinasi Kemananan dan Ketertiban Masyarakat, Kemenkopolhukam, Irjen. Pol. Carlo B Tewu.

 

kicknews.today – Jaringan terorisme Poso dan daerah lain selalu dihubungkan dengan NTB. Dalam beberapa kali penangkapan oleh Polisi maupun tim khusus Densus 88, fakta itu selalu terungkap. Hal ini  mendapat perhatian dari Kementrian Koordinator Politik Hukum, Keamanan Masyarakat (Kemenkopolhukam). Sehingga dalam waktu dekat akan dibentuk Satuan Tugas (Satgas) deradikalisasi dan kontra terorisme.

Rencana pembentukan tengah dicanangkan Kemenkopolhukam RI, Deputi Bidang Koordinasi Kemananan dan Ketertiban Masyarakat, Kemenkopolhukam, Irjen. Pol. Carlo B Tewu.

Dia menegaskan, langkah sinergi dalam upaya pencegahan anti terorisme dan radikalisasi disinergikan di dua wilayah yaitu NTB dan Sulawesi Selatan. Dua wilayah itu merupakan pemetaan kelompok radikal yang diduga masih ada entah itu kelompok radikal, mantan teroris atau keluarga pelaku.

Menurut dia, pemetaan itu dilakukan untuk memberi perhatian khusus melalui berbagai program yang hendak dilakukan. Perhatian tersebut akan dilakukan berupa bentuk pembinaan dan ekonomi melalui pendekatan agama, sosial dan hukum yang tegas.

“Nanti akan diwujudnyatakan oleh kepala BNPT, ” ungkapnya, usai gelar acara rencana pembentukan deradikalisasi dan Kontra Terorisme di Provinsi NTB dan Sulawesi Selatan, di Mataram, Rabu (11/10).

Dikatakannya, pada pertemuan itu, belum bisa dibentuk Satgas, karena harus dikordinasikan dengan Menkopolhukam. Dimana, rekomendasi pembentukan satgas atas kebijakan disana  yang nantinya diputuskan di Badan Nasional Penanggulangan Terorisem (BNPT) diturunkan antar lembaga dan daerah. “Masih belum, sedang dikoordinasikan” kata dia.

Disinggung, apakah rencana pembentukan Satgas itu bersifat mendesak karena dianggap rawan. Carlo enggan bicara banyak, justru menyampaikan bahwa NTB merupakan daerah yang kondusif.

Kendati demikian, mengingat daerah ini akan menyelenggarakan Pilkada, tentu perlu diantisipasi semua pihak. “Ini perlu kita antisipasi bersama,” cetusnya.

Sementara itu, Sekretaris Bersama BNPT RI, Mayjen TNI G. Gautama Wiranegara mengaku, sebetulnya pemilihan NTB sebagai daerah pembentukan satgas, tidak lepas dari masih banyak sel sel tidur paham radikalisme yang perlu diantisipasi. Satgas sebetulnya upaya pencegahan agar “mereka” tidak bangun dari tidurnya. “Ini pencegahan bukan penindakan” tegasnya.

Karena, sinergi pelaksanaan program dilakukan di masyarakat dari hulu ke hilir.  Untuk itu, pihaknya menepis Satgas sebagai upaya penindakan. Penindakan, kata dia lebih ke ranah hukum.

Gautama mencontohkan bagaimana pergerakan kasus latihan terorisme di Poso, kini  beralih ke wilayah Marawi, Philipina. Mereka berhasil masuk tidak lepas dari dampak  ke masyarakat.

Termasuk NTB, lanjutnya banyak pelaku di Poso dari NTB. Gautama juga menyoroti keberadaan pondok pesantren di NTB yang tidak memberi hormat pada bendera merah putih saat dinaikkan.

“Itu yang perlu dilakukan pencegahan. Pendekatan lunak, karena ada kontrak narasi, propaganda atau lainnya, ” papar dia

Dalam pembentukan Satgas itu, BNPT sebagai leader, semua kementerian. Terkait perangkat  di bawah yaitu gubernur dan jajarannya.

Ditanya kapan dibentuk satgas itu? Dia mengaku sesegera mungkin, tidak menunggu tahun depan. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Motor Pelaku Disita, Penembak Polisi di Bima Kini Diburu Densus 88

  kicknews.today – Pemburuan pelaku penembakan dua polisi di Bima belum berakhir. Polisi tak mungkin ...