Jadilah yang Pertama Tau

Petani di Mataram Masih Ogah Pakai Pupuk Organik

Ilustrasi

 

kicknews.today – Perkembangan sektor pertanian yang pesat, belum diimbangi perkembangan pola pikir petani. Petani di Kota Mataram misalnya, masih ogah pakai pupuk organik, padahal banyak sederet manfaat.

Dinas Pertanian Kota Mataram menganjurkan para petani supaya menggunakan pupuk organik. Selain produk yang dihasilkan lebih bagus dan bersih, ini juga merupakan cara guna mengurai sampah di Mataram.

“Komoditas apapun jangan pakai pupuk kimia. Nanti kalau ini sudah jalan produksi pertanian yang dihasilkan akan murni bersifat organik,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H. Mutawalli, Kamis (12/10).

Menurutnya, pupuk organik tersebut nantinya bisa berbahan dasar sampah yang diolah lebih jauh. Selain itu keunggulan yang dapat dihasilkan yakni dari sisi kesehatan jauh lebih higienis serta jika dari segi produk harga akan lebih tinggi.

“Pada intinya itu (untuk mengurangi volume sampah), dan jauh lebih bersih. Ini bisa masuk sampai ke pasar internasional,” katanya.

Mengenai ketersedian pupuk organik sendiri, pihaknya menilai cukup melimpah. Terlebih belakangan dinas juga banyak menerima tawaran produk dari luar. Produksi pupuk organik dalam kota juga cukup banyak tapi belum terjual dengan baik.

“Petani belum merasa yakin 100 persen. Makanya yang dipakai Urea, padahal kalau menggunakan anorganik dan organik tidak ada bedanya dari hasil produksi,” jelasnya.

“Tapi memang, petani belum merasa yakin 100 persen. Kalau petani tidak menggunakan Urea, mereka merasa belum sah,” ujarnya.

Terlebih dari hasil uji coba yang dilakukan terhadap sejumlah kelompok tani hortikultura ataupun pangan, penggunaan pupuk organik cukup bagus. Mengenai ini pun pihaknya bersama penyuluh akan gencar melakukan sosialisasi supaya pola pikir petani dapat berubah.

“Kita akan mulai melakukan sosialisasi dan pembinaan untuk merubah pola pikir petani agar mau beralih menggunakan pupuk organik. Kalau semua pakai pola ini, bahkan ke depan bisa jadi Mataram akan kekurangan sampah organik untuk membuat pupuk,” demikian dia.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat