BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Kurang Fasilitas, Pelaku Wisata Senggigi Ngeluh ke Dispar NTB

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H Lalu Muhammad Faozal

 

kicknews.today – Sejumlah pelaku wisata di kawasan Senggigi mengeluhkan kurangnya fasilitas yang ada dibandingkan dengan retribusi pajak yang telah mereka keluarkan. Keluhan tersebut mereka sampaikan kepada Dinas Pariwisata Provinsi.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H Lalu Muh. Faozal menjelaskan, meski mereka seharusnya mengadu kepada Dinas Pariwisata Lobar, namun Dispar NTB bersedia memfasilitasi komunikasi antara pengelola hotel dan Dinas Pariwisata Lobar. Faozal menilai munculnya pengaduan tersebut wajar mengingat PAD yang didapatkan Pemda Lobar dari kawasan wisata senggigi jumlahnya terbilang besar.

Menurut Faozal inti dari aduan itu adalah meminta pembenahan sejumlah hal yang menurut mereka masih bermaslah. Diantaranya terkait penerangan jalan yang ada dikawasan Senggigi yang belum maksimal, serta masalah sampah yang tidak terurus maksimal dan menyebabkan beberapa titik saluran air sering kebanjiran.

“Saya kira keluhan itu wajar, mereka kan bayar miliaran untuk retribusi masuk PAD Lobar, ” ungkapnya, Kamis (12/10).

Faozal mencontohkan seperti Hotel Killa Senggigi yang membayar retribusi hampir Rp 7 miliar pertahun kepada Pemkab Lobar. Begitu juga dengan Jayakarta Hotel dan yang lainnya, pajak retribusi rata-rata mencapi angka miliaran.

“Saya kok didesak bayar PAD terus, tolong benahi kami juga,” kata Fouzal menirukan keluhan pengusaha Senggigi kepadanya.

Dia juga menyebut telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Lobar untuk mencarikan titik temunya. Selain itu Dispar Provinsi juga sudah mengagendakan jadwal dan lokasi untuk memfasilitasi kedua belah pihak.

“Tanggal 24 Oktober ini kita buka ruang untuk memfasilitasi mereka,” ucap dia.

Disinggung soal maraknya cafe diskotik malam yang ada di Senggigi. Faozal mengaku tidak bisa melarangnya. Sebab mereka telah mengantongi izin operasi.

Menurut Faozal, disetiap kawasan wisata, ketersediaan diskotik itu menjadi hal yang biasa. Mereka beroperasi menyesesuaikan dengan kebutuhan pasar wisata.

“Saya kira itu biasa ada di setiap lokasi wisata. Mau larang, mereka udah ada ijin,” tutupnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Di Senggigi Akan Digelar Festival Jazz Berlatar Matahari Terbenam

  Jakarta – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, menggelar “Senggigi Sunset Jazz 2017”, ...