Jadilah yang Pertama Tau

Bupati Ungkap Rendahnya Kesadaran Pendidikan di Loteng

Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT (foto: parman)

 

kicknews.today – Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT mengakui bahwa usia rata-rata sekolah  masyarakat di daerah Tatas Tuhu Trasna itu masih rendah.

Jika dihitung rata-rata masyarakat Loteng, banyak belum mengenyam pendidikan hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Jangankan SMP, masih banyak juga belum tamat Sekolah Dasar (SD) kemudian, cari nafkah ke luar negeri, didominasi ke Malaysia,” ungkapnya, di acara Jago Berzikir dan Istighosah, Rabu (11/10).

Dia mengaku, banyaknya masyarakat Loteng tidak mengenyam bangku pendidikan hingga SMP karena alasan kemiskinan. Alasan itu membuat para orang tua mengirim anaknya ke malaysia. Padahal masih di usia sekolah.

Disatu sisi lanjutnya, pemerintah sudah menyiapkan lembaga sekolah untuk menampung dan membiayai pendidikan gratis hingga Sembilan tahun bahkan 12 tahun. Hanya saja, terkadang pemahaman orang tua masih minim bahwa pendidikan itu lebih penting dari pada harta.

“Ilmu lebih penting. Jika banyak ilmu maka, mendatangkan pendapatan, ” kata dia.

Terlebih kata Bupati Lombok Tengah dua periode itu. Saat ini, pemerintah daerah menyiapkan lembaga pendidikan gratis yang banyaknya sekitar 500 lebih.  Tinggal kesadaran masyarakat masih kurang.

“Disitu kelemahan kita. Sehingga, hal ini yang harus di ikhtiarkan. Bila perlu, akan bentuk komunitas masyarakat berbasis masjid. Tahun ini semua masjid akan di buatkan Akte atau badan hukum, setidaknya dimanfaatkan tempat belajar juga, “terangnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat