BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Tolak Ritel Modern, Lima Desa di KLU ini Segera Miliki Bumdes Mart

Pelatihan Bumdes Mart oleh Kompak (Foto: Ist)

 

kicknews.today – Pemkab Lombok Utara punya kebijakan sendiri untuk membendung masuknya ritel modern yang mengancam mematikan usaha kecil. KLU menjadi satu satunya daerah yang menolak masuknya ritel modern. Sebagai solusi, pemda setempat membangun Badan Usaha Milik Desa Mart Bumdes Mart) yang dikelola oleh desa, diperuntukkan bagi masyarakat desa setempat.

Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah daerah pun segera mengucurkan anggaran yang totalnya senilai Rp 1,5 miliar. Anggaran ini akan digunakan untuk merealisasikan Bumdes Mart  di kabupaten termuda di NTB itu.

”Masing-masing kecamatan ada satu desa dan mereka akan menerima senilai Rp 300 juta per Desa,” ujar Kepala DP2KBPMD Lombok Utara Kholidi Halil, usai sosialisasi pada Selasa (10/10).

Pembangunan Bumdes Mart  pada tahun 2017 akan berlokasi di Desa Anyar Kecamatan Bayan, Desa Pemenang Barat Kacematan Pemenang, Desa Gondang Kecamatan Gangga, dan Desa Sokong Kecamatan Tanjung. Asyiknya, Pemprov NTB juga turut membantu.

“Jadi totalnya itu ada enam. Karena satu desa yang dibantu Pemprov yakni Desa Gili Indah. Enam Desa ini yang akan punya Bumdes Mart ,” paparnya.

Pola keroyokan anggaran juga akan didukung oleh aparat di desa. Sebab desa yang kebagian wajib menganggarkan bantuan modal untuk pengembangannya senilai Rp 100 juta. Itu dapat dialokasikan dalam APBDes masing-masing.

”Minimal Pemdes memberi bantuan untuk permodalan Rp 100 juta. Boleh lebih,” ungkap mantan Asisten I Setda Lombok Utara ini.

Penetapan desa terpilih itu tidak asal-asalan, melainkan berdasarkan kajian hasil kerjasama Universitas Mataram (Unram) dan Bappeda KLU. Terlebih pihaknya sudah memiliki desain bangunan fisik Bumdes Mart tersebut yang memiliki ciri khas.

Sedangkan untuk produk, ke depan akan dilakukan pola kemitraan. Terpenting produk yang dihasilkan desa maupun UKM harus bisa ditampung di Bumdes Mart.

”Sekarang kita juga sedang melakukan penguatan kapasitas kepala desa, fasilitator, manajer Bumdes, dan pendamping desa. Kalaupun ada desa yang bukan penghasil produk, bisa mengambil produk dari desa lain,” tandasnya.

Sementara itu, koordinator acara sosialisasi yang diadakan Kompak, Agus Setyanto menjelaskan memfokuskan pihak pengelola Bumdes dapat berinovasi. Salah satu inovasi dimaksud, dengan mengelola sampah menjadi bahan yang memiliki nilai ekonomis.

“Barang bekas atau sampah nanti dapat diolah sebagai berbagai macam produk. Nanti sekaligus dipasarkan di Bumdes Mart setempat,” jelasnya.

Menurutnya, dengan keberadaan Bumdes Mart diharapkan dapat mengurai persoalan yang ada di tingkat desa, baik itu dari segi produk yang dianggap mahal hingga persoalan lapangan pekerjaan untuk warga yang selama ini dikeluhkan di ritel modern.

“Ini selain bisa menyerap tenaga kerja tentu bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam menambah daya beli,” demikian Agus.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Penataan Lahan Plaza Tanjung KLU Butuh Rp 1 Miliar

  kicknews.today – Sekalipun lahan yang diproyeksi akan dibangun Plaza Tanjung merupakan inventaris daerah, namun ...