BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Ditinggal jadi TKI, Ibu Muda asal Lotim Telantarkan Bayi Hasil Hubungan Gelapnya

Pelaku (menggunkan jilbab) saat diamankan oleh polisi (Foto: dokumentasi Polsek Bayan)

 

kicknews.today – Kasus penelantaran bayi terjadi Sabtu (7/10) lalu di Dusun Mandala Desa Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU).  Namun tidak lama setelah informasi ini menyebar, Polsek Bayan berhasil meringkus FT (26), pelaku yang tidak lain ibu kandung bayi itu, Selasa (10/10) kemarin. Diduga bayi itu hasil hubungan gelap ibu muda ini selama suaminya menjadi TKI di Malaysia.

Diungkapkan Kapolsek Bayan Iptu I Made Sukadana, berdasarkan penyelidikan terungkap FT  adalah ibu dari bayi itu. Warga asal Lombok Timur ini berdomisili bersama suaminya di Dusun Lendang Mamben Desa Anyar Kecamatan Bayan.

Hasil interogasi, FT melahirkan bayi jenis kelamin perempuan itu Selasa (3/10) sekitar pukul 05.00 Wita di  kampung halamannya di Lombok Timur. Bayi itu langsung dibawa ke rumah Inaq Marni (40) di Dusun Mandala Desa Bayan melalui ibu kandung FT bernama Inaq Fitri (70).

Modus penyerahan anak ini agar bisa diadopsi oleh Inaq Marni. Sebab sebelumnya Marni sudah berpesan, ketika bayi itu lahir langsung akan diadposi. Kehamilan FT sudah diketahui oleh family Inaq Marni yang kebetulan tinggal satu kampung dengan pelaku. Sehingga ketika FT melahirkan, Marni sanggup menerimanya.

“Keluarga Inak Marni mengetahuinya. Jadi waktu melahirkan langsung di bawa ke sana. Inak Marni mau menerima bayi itu karena tidak punya anak,” jelas Kapolsek.

Kepada polisi FT mengaku jika penelantaran darah dagingnya itu dilakukan dengan terpaksa, untuk menghilangkan jejak aib. Karena anak itu lahir di luar hubungan sah pernikahan.

“Kami berhasil menangkap pelaku di rumahnya langsung tanpa mengelak mengakui perbuatannya,” ungkap Kapolsek,.

Pelaku sendiri tak lain sudah memiliki suami yang saat ini mengadu nasib merantau menjadi TKI di Malaysia, nyaris tiga tahun lamanya. Selama ditinggal  suaminya, FT sering pulang ke kampungnya di Lombok Timur. Di sana dia bertemu seorang pria usia 50  tahun, satu kampung dengannya.  “Dua pasangan  ini sering bertemu,” katanya sesuai keterangan pelaku.

Selama masa kehamilan, pelaku tidak pulang ke rumahnya di Lombok Utara, karena tidak ingin aib itu diketahui oleh suaminya.

“Selama hamil, sebagian besar masyarakat tidak tahu, karena pelaku sering menggunakan pakaian besar yang menutupi perutnya. Tapi ada sebagian kecil yang mengetahui,” bebernya.

Ketika  pelaku melahirkan, akhirnya menyerahkan anaknya ke Inak Marni tanpa diperkuat dasar hukum.

Atas perbuatannya, pelaku tetap dipidana sesuai pasal 76 ayat (d) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2017 tentang Perlindungan Anak dengan ganjaran hukum selama lima tahun penjara.

“Ini tetap masuk perkara penelantarana anak, karena apa yang mesti dilakukan seorang ibu tidak dilakukan oleh pelaku. Sedangkan teman hubungannya bisa diproses apabila suami pelaku keberatan dan melaporkannya ke aparat kepolisian,” pungkasnya. (iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Selain Air Terjun, Ada ‘River Tubing’ di Desa Bentek KLU yang Butuh Polesan

  kicknews.today – Walaupun tak memiliki pantai sebagai objek wisata yang menjual seperti Tiga Gili, ...