Jadilah yang Pertama Tau

Terungkap, Pembunuhan Perempuan di Bayan Diduga Kekasih Gelap Korban

TKP tempat mayat perempuan di Bayan ditemukan

 

kicknews.today – Teka teki penemuan mayat perempuan di Desa Sukadana Kecamatan Bayan Lombok Utara kini sudah terungkap. Diketahui korban adalah Sahran (35), warga Dusun Lendang Cempaka Desa Senaru. Hal ini diungkapkan Kapolsek Bayan Iptu I Made Sukadana, Minggu (8/10). Pelaku pembunuhan diduga inisial SS dan sudah ditangkap.

“Kalau pelaku berinisial SS (41) warga dusun Lendang Jeliti Desa Sukadana. Kami tangkap di kediamannya,” ungkapnya.

SS yang sudah berkeluarga diduga   kekasih gelap Sahran. Dari penuturan pihak keluarga, korban sudah meninggalkan rumah sejak 19 September lalu sekitar pukul 19.00 Wita. Ia mengaku hendak pergi berobat.

“Menurut pengakuan adik korban bernama Sahriani sejak dia pamit untuk berobat sudah tidak pernah kembali lagi,” katanya.

Baca Juga: Gundukan Pasir Digaruk Anjing, Ternyata Mayat Perempuan Ditemukan di KLU

Setelah diusut, korban tengah mengandung jabang bayi SS sehingga diduga meminta pertanggungjawaban ke rumah pelaku. Tetapi niatan Sahran alih-alih ditanggapi, pelaku justru mengajaknya ke TKP dan menghabisi nyawa korban.

“Pelaku mengakui perbuatannya. Dia mengatakan membawanya ke TKP kemudian memukulnya dengan batu di bagian kepala hingga pingsan dan akhirnya meninggal. Merasa panik, SS langsung menggali tanah dengan tangannya terus mengubur jasad korban di tempat,” jelas Made.

Untuk menghilangkan jejak perbuatannya, rencana SS akan membuat skenario. Usai tega membunuh wanita yang mengandung hasil hubungan gelapnya itu, ia menghubungi pihak keluarga Sahran dengan nomor ponsel lain dan mengaku seolah-olah dirinya adalah Sahran.

“Dua hari setelah hilang ada sms masuk ke adiknya yang menginformasikan seolah-olah itu korban baik-baik saja. Katanya dia kerja di Gili Trawangan jadi ngak usah khawatir,” katanya.

Lanjut Kasat Reskrim,

“Adiknya ini berulangkali nelpon korban tapi tidak diangkat. Lalu pelaku mengirimkan sms jika korban akan pergi dengan bosnya ke Bali, nanti saya hubungi jam 11 begitu isinya,” imbuh mantan Kanit Reskrim Senggigi ini.

Adanya sms palsu tersebut membuat pihak keluarga tak terlalu risau mencari. Namun persoalannya keluarga korban sudah mengetahui jika Sahran hamil, tetapi enggan mengakui siapa ayah dari anaknya itu.

“Memang keluarganya tahu kalau korban hamil tetapi dia ngak mau kasih tahu. Kasus ini sudah kita ungkap dan sekarang pelaku diserahkan ke Polda. Dia yang jelas dijerat pasal pembunuhan berencana,” demikian I Made Sukadana. (iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat