BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Gede Gangga: Tidak Benar Ada Pungutan Liar di Gunung Tunak Lombok Tengah

Area wisata Bukit Tunak

 

kicknews.today – Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB Lalu Gede Gangga Widarma membantah adanya pungutan liar di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak, Lombok Tengah. Pungutan yang resmi di kawasan ini berdasarkan PP 12 TAHUN 2014, dengan perincian pada hari biasa wisatawan domestik dikenakan tarif Rp 5.000, dan tamu asing Rp 100.000. Sedangkan pada hari libur, ada kenaikan menjadi Rp 7.500 untuk wisatawan domestik dan Rp 150.000 bagi turis asing.

“Nominal Rp 200 ribu itu tidak benar. Pungutan tiket masuk saat ini lebih sering kami lakukan di Perempung TWA Gunung Tunak,” jelas Lalu Gede Gangga Widarma .

Menurut Gede Gangga, sosialisasi PP perihal tarif tiket masuk tersebut sudah disosialisasikan kepada pelaku wisata di seluruh Indonesia. Untuk NTB, pihak BKSDA juga menyebarkan pemberitahuan dan informasi melalui media sosial, surat kabar, dan telah mengundang langsung para pelaku wisata di daerah ini termasuk travel agen.

“Bahkan kami juga sudah memasang spanduk pungutan sesuai PP tersebut. Spanduk dipasang di gerbang dan di Perempung,” ungkapnya.

Kendati demikian, Gede Gangga tak menampik jika ada pihak yang menemukan bukti keterlibatan oknum pengelola dalam kasus pungutan liar di kawasan Gunung Tunak, adalah sebuah pelanggaran hukum. “Tentunya itu adalah tindakan melanggar hukum. Silakan diproses secara hukum,” tegas Gede Gangga.

TWA Gunung Tunak adalah kawasan pelestarian alam dan konservasi yang memiliki fungsi sebagai tempat rekreasi dan wisata alam. Sehari-hari kawasan ini ditempatkan 8 petugas, masing-masing dua  orang ASN dan 6 tenaga honor, yang mengawasi seluruh aktifitas engelolaan.

Saat ini, Pemerintah Pusat menjadikan TWA Gunung Tunak sebagai role model pengelolaan taman wisata alam berbasis masyarakat. Berkait program ini, BKSDA telah menyiapkan SDM masyarakat sekitar dengan memberikan pelatihan peningkatan kapasitas, dan telah mengirim mereka untuk mengikuti pelatihan di Korea Selatan.

“Saat ini di Perempung sedang banyak kegiatan pembangunan, antara lain sanctuary rusa, kupu kupu, camping Ground dan perbaikan jalan menuju pantai Teluk Ujung dan pantai Bilesayak,” katanya menandaskan. (bsm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Konsumen Malaysia Doyan Sambal Cumi Lombok

    Rasa pedas yang dominan adalah satu dari ciri khas kuliner Lombok. Maka tak ...