BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Di Bukit Tunak Lombok Tengah, Turis Dipalak hingga Rp 200 Ribu

ilustrasi

 

kicknews.today – Ada premanisme di balik nama mentereng kepariwisataan di Lombok. Sejumlah praktek pemalakan liar bukan hanya terjadi di Pantai Pink, sebuah destinasi di Lombok Timur (Lotim) yang belum lama ini dikeluhkan para wisatawan lantaran tarif parkir yang mencekik. Premanisme berkedok jasa parkir ini juga terjadi di kawasan-kawasan lainnya. Di antaranya di Bukit Tunak dan Selong Belanak di Lombok Tengah (Loteng) bagian selatan, dan wilayah Pusuk Sembalun, Lotim.

“Di Sembalun kita dicegat sekelompok pemuda. Masak untuk wisatawan yang mau foto selfie saja dipungut hingga Rp 25 ribu. Padahal tamu kita pakai dan bawa kamera sendiri. Alasannya dana itu untuk kas desa,” kata Hasfedi Feridian, dari Begalamang Lombok Tour & Travel, kepada kicknews di Mataram, Minggu (9/10).

Fedi, panggilannya, menuturkan pengalaman pahitnya selama mengantar para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara ke sejumlah lokasi pelesiran di Lombok. Di Bukit Tunak, misalnya, traveler domestik dimintai Rp 100 ribu dan bule Rp 200 ribu hanya untuk masuk kawasan. Hal yang sama terjadi di Selong Belanak. Kendaraan yang membawa wisatawan dicegat berkali-berkali, dipaksa membayar biaya parkir yang berlapis, dengan nominal yang yang tak masuk akal.

Kejadian-kejadian itu tentu saja berdampak pada citra pariwisata Lombok. Akibatnya, wisatawan menjadi kapok berkunjung kembali. Di lain pihak, praktik premanisme tersebut juga sering menjadi beban pelaku wisata, khususnya biro perjalanan wisata. Untuk menjaga imej perusahaan, pungutan-pungutan liar itu terpaksa ditanggulangi pihak travel agen.

“Soalnya tamu kita komplain, semua pungutan itu tidak pernah tersebut dalam biaya perjalanan mereka selama berada di Lombok. Kita malu, disangka menipu tamu,” keluh Fedi.

Ia berharap pihak pemerintah setempat menyikapi serius perkara pemalakan yang terjadi di tempat-tempat wisata. “Pemerintah harus segera tertibkan ini. Terutama juga mesti diawasi praktik parkir yang berlapis-lapis. Coba lihat itu di Surabaya, Yogya, dan lokasi wisata lainnya di luar Lombok. Parkir hanya bayar Rp 5.000, tak ada lagi pungutan lainnya,” ucap Fedi. (bsm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Konsumen Malaysia Doyan Sambal Cumi Lombok

    Rasa pedas yang dominan adalah satu dari ciri khas kuliner Lombok. Maka tak ...