in

Robert Molenaar Arahkan Bule-bule Prancis ke Labuhan Burung Sumbawa

Robert Molenaar, pelaku pariwisata asal Belanda (foto: Buyung Sutan Muhlis)
Robert Molenaar, pelaku pariwisata asal Belanda (foto: Buyung Sutan Muhlis)

 

kicknews.today – Labuhan Burung sebagai destinasi yang di-branding sebagai kawasan wisata anti-mainstream, menawarkan program kepariwisataan berbasis masyarakat tanpa rekayasa, kini menjadi topik hangat di kalangan traveler, baik regional, nasional, bahkan internasional.

Di luar potensi alam dan beragam keunikan yang dimiliki, kawasan yang terletak di Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa ini, menawarkan nuansa baru terkait interaksi masyarakat sebagai pelaku wisata dengan para wisatawan. Interaksi yang mencerminkan keterbukaan dan memperlakukan tamu mana pun sebagai keluarga, bukan semata mengincar isi kantong wisatawan. Sehingga, para pengunjung tidak merasa sebagai pelancong, tapi seakan mereka berada di tengah keluarga.

“Tamu-tamu Eropa ingin petualangan dan mendapat pengalaman yang baru. Sungguh, saya excited (senang/bergairah) dengan program ini, ada destinasi yang baru,” kata Robert Molenaar, seorang pelaku wisata berkebangsaan Belanda, kepada kicknews, pekan lalu.

Jauh-jauh hari ia telah mengagendakan kedatangannya bersama sejumlah wisatawan Prancis yang siap mengikuti uji coba Program Rural Tourism di Labuhan Burung, 17 Nopember mendatang.

“Selama ini, kalau bule masuk kampung, sikap masyarakat sepertinya terlihat kurang terbiasa menerima turis. Kaku dan masih takut-takut. Saya tertarik ke sana (Labuhan Burung), membawa bule-bule Prancis. Saya ingin tahu banyak hal, terutama hal-hal yang asli,” ujarnya.

Robert Molenaar telah mengenal pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak dua puluh tahun yang lalu. Dalam beberapa tahun terakhir, ia bekerja dan menetap di Lombok, dan menjadi salah seorang yang memiliki peran penting dalam mendatangkan para turis mancanegara.

Melalui jaringan A&T Holidays, sebuah biro perjalanan yang dipimpinnya, Robert Molenaar kini berkonsentrasi memasarkan paket tour bagi wisatawan Eropa, antara lain Italia, Prancis, dan Jerman. Sejumlah kerjasama dilakukan secara global, dan secara jeli membidik celah pasar, misalnya saat liburan panjang masyarakat di suatu negara.

Ia mengaku, secara umum Pulau Sumbawa tak begitu dikenal wisatawan. Saat ini, sejumlah destinasi internasional di Indonesia, termasuk Lombok, telah ramai pengunjung. Inilah kesempatan besar bagi Sumbawa untuk membangun pariwisata dengan kemasan yang berbeda dan memiliki daya tarik tersendiri. Ia juga mengingatkan agar destinasi tidak dicitrakan terlampau komersial yang membuat wisatawan kapok datang kembali.

“Ada beberapa tempat yang cukup agresif. Harus bayar dan harus bayar, saya tidak rekomendasi itu ke tamu-tamu kita,” tegas Robert Molenaar. (bsm)