in

Ini Cara Anggota DPRD NTB Kikis Angka Kemiskinan

Anggota DPRD NTB H Lalu Pelita Putra
Anggota DPRD NTB H Lalu Pelita Putra

 

Kicknews.today – Salah seorang Anggota DPRD NTB, H Lalu Pelita Putra menyampaikan, masih banyak persoalan yang ditemukan saat Ia turun menyerap aspirasi masyarakat dilapangan. Terutama menyangkut infrastruktur jalan yang merupakan inti dari kelancaran perekonomian masyarakat.

Anggota Komisi IV DPRD NTB itu mengaku, setiap reses aspirasi terkait infrastruktur terus disuarakan. Ia sebagai wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) 8 Lombok Tengah, terus berupaya melakukan sinkronisasi program antara pemerintah provinsi NTB dengan pemerintah daerah setempat.

“Program yang dominan kami usahakan selama ini menyangkut infrastruktur jalan. Kemudian infrastruktur ekonomi dan pertanian,” ungkapnya Jumat (22/9).

Dia mengaku, selain program infrastruktur, Ia juga memperjuangkan program peningkatan pendapatan masyarakat, melalui program  bantuan permodalan bagi pedagang kecil, pengembangan ekonomi kreatif khususnya sektor seni budaya dan pemberdayaan pemuda melalui bantuan peralantan kesenian.

“Pemuda ini perlu dibina karena mereka adalah generasi penerus. Ketika dapat dibina, apalagi sukses maka akan dapat mengikis angka kemiskinan di NTB,” kata dia.

Ia menyebutkan, pemuda yang dimaksudkannya selain diberikan program sektor seni budaya, juga diberi pembinaan dalam hal pengelolaan usaha kecil. Hal itu terus dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan instansi terkait untuk pembinaan.

Politisi PKB itu juga terus berupaya memperbaiki sektor sarana lembaga pendidikan swasta dan sarana ibadah.

“Kalau yang satu ini, kita gunakan pola stimulus melalui bantuan keuangan,” tuturnya.

Dia tidak menampikkan bahwa secara makro, pemerintahan mempunyai komitmen dalam peningkatan taraf hidup masyarakat, yakni dengan memberikan program. Kendati demikian, baginya masih minimnya basisi data dan keterbatasan aggaran, menjadi faktor keterbatasannya. Sebagai Anggota DPRD NTB, Ia mengaku menyisihkan sebagian kecil dana aspirasi untuk pembangunan dan pengembangan.

“Karenanya banyak aspirasi harus dipenuhi  kebutuhannya. Kami juga temukan banyak persoalan dilapangan. Khususnya infrastruktur jalan agak dilematis. Ketika menyangkut infrastruktur jalan, baik Kabupaten dan Desa bukan kewenangan kita. Tapi, selalu muncul pada saat reses,” keluhnya.

“Yang jelas banyak program kita sudah realisasikan untuk kikis angka kemiskinan, dengan cara memberikan bantuan hand traktor kepada kelompok tani dan program lainnya,” tutupnya. (prm /-)