in

Bocah 5 Tahun Tewas Dalam Kubangan Proyek Jembatan di Dasan Agung

Kiri: Lokasi Proyek tempet meninggalnya Arya, Bocah 5 Tahun, Kanan: Jenazah Arya didampingi ibunya
Kiri: Lokasi Proyek tempat meninggalnya Arya, Bocah 5 Tahun, Kanan: Jenazah Arya didampingi ibunya

 

Mataram – Seorang bocah laki-laki, Arya Saputra yang masih berumur 5 tahun 3 bulan, asal Lingkungan Pejeruk Kelurahan Dasan Agung Kota Mataram ditemukan tewas di lokasi proyek jembatan Sungai Jangkuk, Dasan Agung, Mataram, Senin (18/9) sekitar pukul 08.30 Wita pagi tadi.

Sebelumnya, Arya dilaporkan menghilang sejak Minggu (17/9) sekitar pukul 18.00 Wita kemarin.

Menurut keterangan ibu korban Rukniawati (43), anaknya menghilang pada Minggu malam saat bermain bersama teman-temannya di sekitar Sungai Jangkuk.

“Ketika Magrib dia masih ada, diajak pulang sama teman-temannya, tapi dia tidak mau,” tutur Rukniawati dengan nada sedih.

“Dari kemarin, malam sampai tadi pagi kami mencari namun tidak ketemu, sampai pos polisi di Udayana, kami laporkan disana. Dan tadi sekitar jam setengah sembilan ditemukan lokasi proyek jembatan di Lingkungan Perigi” sambung Rukniawati.

Dari informasi yang berhasil dihimpun kicknews.today, korban ditemukan salah seorang pekerja proyek atas nama Junaidi (32) asal Tibambung Desa Lembah Sari Kecamatan Batu Layar Lombok Barat, sekitar pukul 08.00 Wita saat melakukan penyedotan air pada kubangan sedalam kurang lebih tiga meter di lokasi proyek yang akan dibangun pondasi tiang penyangga jembatan.

“Awalnya saya menyedot air di sebelah barat sini (menunjuk lokasi penyedotan). Nah pada saat mau memindahkan mesin untuk menyedot air sebelah timurnya, saya melihat seperti ada buah kelapa. Dan saat air saya sedot baru terlihat badannya mengapung. Saya kaget, kemudian memanggil mandor saya dan beberapa warga datang,” terang Junaidi.

“Mesin saya matikan dan mayat saya angkat, kemudian saya berikan kepada salah seorang warga yang katanya dekat dengan rumah korban,” lanjut Junaidi.

Penemuan mayat ini dibenarkan oleh Ka. SPKT Polres Mataram Iptu. Wahyu Tri Setya yang ditemui di lokasi kejadian.

Menurutnya, berdasarkan informasi, korban hilang sejak kemarin sore dan ditemukan meninggal di lokasi proyek. Untuk sementara lokasi kejadian dipasangi police line.

“Korban ditemukan oleh pekerja yang sejak awal bekerja di tempat ini, dan sebelumnya di lokasi kejadian police line tidak ada, ini dipasang mengingat ada korban,” kata Wahyu Tri.

Hingga berita ini diturunkan, saat ini korban Arya Saputra telah disemayamkan di rumah duka untuk persiapan acara pemakaman.

Sementara ayah korban Suta Wadya (43) yang saat ini bekerja di Kalimantan hanya bisa menangis saat diberitahukan melalui telepon selular bahwa anak satu-satunya meninggal dunia, dan belum ada informasi apakah akan pulang atau tidak. (djr)