BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Polisi Periksa Ketat Jama’ah yang Masuk Masjid, Antisipasi Atau Intimidasi?

Pemeriksaan polisi di gerbang masuk Polda NTB saat pelaksanaan solat Idul Adha (Foto: Ist)

 

Masing masing orang mempunyai sudut pandangnya sendiri dalam menilai sesuatu yang dianggap baik atau buruk, termasuk tentang persoalan pemasangan metal detector dan pemeriksaan ketat oleh polisi terhadap tempat ibadah, utamanya di masjid.

———————————————–

Polda NTB saat ini tengah melakukan pengetatan terhadap pengamanan Masjid Bairtussalam di lingkup lokasi Mako Polda NTB. Beberapa pasukan terlihat ketat mengawal dan memantau para jama’ah yang melakukan ibadah solat jum’at maupun saat solat Ied beberapa waktu yang lalu di lapangan Gajah Mada Polda NTB.

Berbagai pendapat muncul akibat pemberlakuan pengetatan ini. Ada yang menganggap ini satu hal yang lumrah dilakukan polisi disaat kejahatan terorisme semakin kompleks dan penyerangan pelaku teroris mengarah pada polisi, namun tidak sedikit juga yang menganggap hal yang dilakukan Polda NTB itu berlebihan dalam menaggapi situasi ini, bahkan menganggap pengetatan tersebut sebagai bentuk intimidasi yang dilakukan polisi terhadap umat islam yang akan melaksanakan ibadah.

Menjawab hal itu, Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra Tri Budi Pangastuti MM, belum lama ini mengatakan pihaknya tidak ingin kecolongan dalam melakukan upaya antisipasi terhadap kejahatan terorisme. Apalagi untuk wilayah NTB yang dikenal cukup rawan untuk kasus yang menjadi perhatian internasional tersebut.

‘’Ini adalah langkah antisipasi dan meningkatkan kewaspadaan kepolisian. Alat itu untuk memonitor pengunjung yang memasuki area markas dan masjid,” jelasnya.

Beberapa waktu belakangan ini, memang diketahui ancaman teror kembali terdengar di NTB dan sudah mulai mengarah ke pusat ibu kota provinsi di Mataram.

Di area Polres Mataram, ada benda mencurigakan di temukan, Sabtu (5/8) lalu. Sebuah pipa berisi material mirip bom rakitan tergeletak di bawah mobil patroli lalulintas.

Dari hasil discrupter pipa mencurigakan tersebut ditemukan benda – benda seperti kabel, setengah kilogram paku ukuran 7 cm, kelereng, baterai dan jam waker.

Lebih baru lagi, di depan Kantor Bupati Sumbawa, Rabu ( 16/8),  Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Detasemen Gegana Satuan Brigade Mobil Polda NTB juga mengamankan pipa mencurigakan mirip bom seperti yang ditemukan di area Polres Mataram.

Dari hasil pemeriksaan diketahui benda yang terbuat dari potongan pipa paralon itu berisi perlengkapan elektronik dan material yang diduga biasa digunakan sebagai bahan peledak.

Dari dua kasus itu saja, polisi sudah bisa mengambil pelajaran berharga. Belum lagi kalau dilihat dari beberapa kasus lain yang sebelumnya pernah terjadi hingga tewasnya Kapolsek Ambalawi di Bima saat akan berangkat ke kantornya dan kasus penusukan anggota Brimob di dalam masjid di Jakarta saat usai melaksanakan solat.

Tidak hanya itu, pada Senin (11/9) pekan ini bahkan, dua anggota polisi yang bertugas di Polres Bima Kota menjadi sasaran tembak oleh orang tidak dikenal saat kembali dari mengantar anaknya sekolah. Pelakunya belum semua tertangkap namun telah dipastikan mereka merupakan kelompok radikal dari daerah setempat.

“Kita tidak bisa main-main dalam mengantisipasi upaya teror ini. Bagaimanapun sebagai aparat yang menjadi simbol keamanan negara, kita harus lebih waspada,” tegasnya.

Bukan hanya itu, Tri Budi juga menjelaskan tentang perkembangan NTB yang saat ini begitu pesat dibidang ekonomi, pariwisata dan Pendidikan. Dengan perkembangan ini, dia megatakan, polisi tidak mungkin tinggal diam menaggapi upaya teror yang dapat merusak citra NTB seketika.

“Segala hal akan dilakukan Polisi untuk melindungi segenap Warga Negara dari kejahatan apapun, terlebih untuk kejahatan terorisme,” sebutnya.

Mengenai komplain masyarakat yang akan beribadah dan merasa terganggu dengan upaya antisipasi yang dilakukan pihaknya, Tri Budi menaggapinya dengan bijak.

“Kami minta maaf kalau ada yang merasa terganggu, namun ini harus dilakukan dalam upaya mengantisipasi,” jelasnya.

Dia mengaku, tidak ada sama sekali tujuan intimidasi atau yang lainnya seperti yang dihembuskan di media sosial mengenai langkah ini. Bahkan kalau menilik dari sudut pandang yang baik maka seharusnya yang dilakukan polisi ini seharusnya diapresiasi sebagai upaya melindungi institusi dan masyarakat dari setiap gangguan kamtibmas.

Umat islam pastinya menilai sesuatu dari sudut pandang yang baik dengan berhusnuzzon.

Jurnalis: Hamdani

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Dari Polsek sampai Polda Bersatu Buru Begal Bule Jerman di Kuta

  Lombok Tengah – Saat ini Tim Opsnal Polsek Kuta, Polres Lombok Tengah dibantu Polda ...