BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

NTB Ditawari Tangani Sampah Pakai ‘Pasukan Lalat Hitam’

Ilustrasi Black Soldier Flies

 

Mataram – Forest for Life Indonesia (FFLI) atau yayasan peduli pada masalah kehutanan dan lingkungan menawarkan cara penanganan sampah secara biologis dengan memanfaatkan “Black Soldier Flies” (BSF) semacam pasukan lalat hitam.

“FFLI sudah menyosialisasikan bagaimana metode penanganan sampah secara bilogis tersebut di kantor kami pada Jumat (15/9),” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSTP) Nusa Tenggara Barat (NTB) H Lalu Gita Aryadi, di Mataram, Sabtu (16/9).

Sosialisasi penanganan sampah menggunakan pasukan lalat hitam tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Kota Mataram.

Ada juga pejabat dari lingkup Pemerintah Provinsi NTB, seperti DPMPTSP, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Biro Ekonomi.

Selain itu, kalangan dunia usaha juga diundang, seperti PT Gerbang NTB Emas, salah satu Badan Usaha Milik Daerah NTB, dan PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), selaku BUMN pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, di Kabupaten Lombok Tengah.

Narasumber dari FFLI yang memberikan pemahaman terkait dengan penanganan sampah menggunakan agen hayati, yakni Prof Agus Pakpahan, Dr Hadi Pasaribu, dan Dr Agus Joko.

Dari hasil pemaparan narasumber, Aryadi menyimpulkan bahwa manfaat pengelolaan sampah dengan menggunakan pasukan lalat relatif banyak.

Beberapa manfaat yang bisa diperoleh pemerintah daerah adalah pengurangan jumlah kebutuhan tempat pembuangan akhir. Selain itu, pemerintah daerah bisa fokus hanya ke penanggulangan sampah non-organik.

“Selain itu, sumber sampah dan lingkungan menjadi bersih, sehat serta mempunyai nilai ekonomi. Jadi sampah menjadi hal yang seksi dan bernilai ekonomi, bukan jorok lagi,” ujarnya.

Sementara itu, pakar dari FFLI Prof Agus Pakpahan, mengatakan sampah menjadi permasalahan yang tidak pernah tuntas penanganannya selama ini. Masalah tersebut hampir terjadi di semua daerah di Indonesia.

Pengelolaan sampah yang tidak komprehensif dan tuntas terkadang menimbulkan permasalahan baru, yaitu menimbulkan pencemaran lingkungan.

“Namun dengan pengelolaan sampah menggunakan teknologi BSF, maka pencemaran lingkungan akan dapat diatasi,” katanya.

Untuk memberi bukti nyata, kata dia, FFLI mengundang empat perwakilan petugas pengelola sampah di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Kota Mataram untuk magang dan melihat langsung dari dekat proses kerja BSF di lokasi uji coba yayasan FFLI di Sumedang.

Bila tertarik dan ada komitmen, maka akan dilanjutkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang diharapkan bisa ditandatangani pada event NTB Investment Forum yang digelar pada 18-20 Oktober 2017. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Indonesia Berharap Pada Cita-cita TGB, Bisa?

  Momentum Musabaqah Tilawatil Qur’an yang resmi ditutup di Kabupaten Bima pada tanggal 2 November ...