in

Anggaran Bencana Minim, BPBD Mengeluh

Ilustrasi BPBD
Ilustrasi BPBD

 

Mataram – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Barat H Muhammad Rum mengeluhkan minimnya anggaran penanggulangan bencana yang dialokasikan melalui APBD maupun dukungan dari BNPB.

“Anggaran kita sekarang masih kecil dan masih kurang,” katanya di Mataram Selasa, (12/9).

Rum mengatakan, BPBD NTB pernah mengusulkan di dalam peraturan daerah (Perda) minimal satu persen di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTB dialokasikan ke BPBD. Padahal, dari total Rp5 triliun APBD NTB itu, mestinya satu persen bisa di alokasikan untuk penanggulangan bencana.

“Minimal kalau diasumsikan dari Rp5 triliun itu BPBD bisa mendapatkan Rp50 miliar, tapi kita dialokasikan Rp10 miliar, sehingga masih kurang Rp40 miliar,” tuturnya.

Menurutnya, BPBD NTB sudah mengajukan anggaran ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna membantu mengatasi kekeringan tersebut.

Hanya saja, hingga saat ini belum juga mendapat tanggapan dari BNPB.

“Kita sudah menyiapkan anggaran siap pakai sebesar Rp3,5 miliar. Kalau yang usulkan ke BNPB belum ada,” katanya.

Anggaran tersebut, lanjut Rum, digunakan untuk operasional terutama untuk menyuplai kebutuhan air bersih kepada desa-desa yang terdampak kekeringan.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan Setda NTB Agus Patria menegaskan pemerintah provinsi siap membantu persoalan minimnya anggaran di BPBD NTB apabila kondisi fiskal pemerintah provinsi baik.

“Soal anggaran yang diminta bilamana kemampuan fiskal kita cukup kita berikan tetapi jika tidak kewajiban kita pertimbangan untuk menambah,” katanya. (ant)