in

Di Lombok Tengah, Jenazah Penjual Sayur di Musholla Gemparkan Warga

Jenazah Sahlun (Foto: Ist)
Jenazah Sahlun (Foto: Ist)

 

Lombok Tengah – Warga Dusun Lekor Direk Desa Lekor Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah digemparkan oleh penemuan sesosok jenazah laki-laki di depan Musholla Nurul Huda pada Rabu (6/9) sekitar pukul 13.00 Wita.

Kapolres Lombok Tengah melalui Paur Humas, Aiptu Taufik membenarkan kejadian penemuan mayat tersebut. “Sekitar pukul 13.30 Wita, ditemukan sesosok mayat di depan Mushalla Nurul Huda Dusun Lekor Direk Desa Lekor Kecamatan Janapria oleh warga tepatnya di sebelah selatan pintu,” katanya.

Mayat tersebut diketahui bernama Sahlun (48) asal Dusun Kumbung Desa Kumbung Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur. Sedangkan saksi-saksi yang menemukan korban, sambung Iptu Taufik, antara lain Ahmad alias Amaq Sinemah (55) Kepala Dusun Lekor Direk, Muslihatin (25) dan Sineri (30) warga Dusun Lekor Direk.

Menurut keterangan saksi, sehari sebelum kejadian korban yang memiliki dua istri tersebut menginap di rumah salah satu istrinya di Dusun Taken-aken Desa Lekor. Sedangkan pada pagi hari Rabu sebelum kejadian korban yang merupakan penjual sayur mayur atau kebutuhan dapur tersebut berangkat dari rumah istrinya yang lain di Dusun Kumbung Desa Kumbung Kecamatan Masbagik untuk menjajakan jualannya di seputaran Desa Lekor Kecamatan Janapria.

Taufik mengatakan, berdasarkan keterangan dari saksi-saksi, sekitar pukul 13.30 Wita sebelum dagangannya habis terjual, korban berhenti di TPK sehabis berkeliling menjajakan dagangannya.

“Korban turun dari sepeda motor merk Astrea Star yang digunakannya berjualan dan memarkir motornya. Kemudian seketika itu korban tidak sadarkan diri, dan ditemukan oleh warga yang selanjutnya dibawa ke Pustu Desa Lekor untuk mendapatkan pertolongan,” terang Taufik.

Karena tidak ada perkembangan dan untuk memastikan apakah korban masih hidup atau telah meninggal, korban dibawa ke Puskesmas Janapria. Setelah dilakukan pengecekan, pihak Puskesmas memastikan bahwa korban telah meninggal beberapa waktu yang lalu (semenjak dibawa dari TKP).

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan sebagai penyebab korban meninggal dunia. Atas kesepakatan keluarga, jenazah tidak dilakukan otopsi,” kata Taufik. (mta)