in

Namanya Hilang di Bursa Bacawagub, Bung Nuri Protes DPP PKB

Tim Bung Nuri, Sigap bersama Subuhunnuri
Tim Bung Nuri, Sigap bersama Subuhunnuri

 

Mataram – Bakal calon wakil gubernur NTB, Subuhunnuri tidak masuk dalam bursa yang mengikuti fit and proper test di DPP PKB. Merasa ada yang tidak transparanan DPW PKB NTB, bakal calon yang menjuluki dirinya “Bung Nuri” ini akan layangkan surat protes ke DPP PKB.

Tim relawan  Bung Nuri, Sigap, menuding ada dugaan ketidak transparanan pihak penyelenggara tahapan awal pencalonan di tubuh DPW PKB NTB. Dimana, mekanisme administrasi yang dilakukan Bung Nuri di DPW PKB sudah diikuti serta  sesuai permintaan, mulai dari pendaftaran hingga penyerahan hard copy visi misi. “Kalau hanya alasan tidak ikut pada penyampaian visi misi awal tidak dihadiri kemudian  digugurkan, hal itu sangat disayangkan,” ungkapnya, Kamis (24/8).

Menurut Sigap, sebagai salah satu bacawagub mestinya Bung Nuri juga diberikan kesempatan untuk mengikuti mekanisme di DPP. Padahal ada bacawagub lain, juga tidak hadir saat itu tapi justru diberikan kesempatan ikuti uji kelayakan itu.

“Kalau Bacawagubkan akan mengikuti arah visi dan misi bakal calon gubernurnya kecuali soal komitmen ke partai. Lantas apa alasan tidak diloloskan?, paparkan secara transparan,” tegasnya.

Sigap sendiri sangat menghargai mekanisme yang dilakukan DPW PKB, namun pihaknya juga berharap seluruh mekanisme dijelaskan detail sejak awal termasuk tentang gugurnya Bacagub/Bacawagub jika tidak mengikuti penyampaian visi misi. Oleh sebab itu, hanya satu cara akan dilakukan dengan melayangkan surat protes ke DPP PKB. “Kita kaji dulu, kemudian cari perbandingan terhadap Bacawagub lainnya. Baru kita layangkan surat protes itu,” ujar dia.

Terkait hal itu, Sekretaris DPW PKB NTB, Akhdiansyah di konfirmasi lebih menyarankan ke ketua DPW. “Langsung ketua DPW aja ya,” pintanya.

Ketua DPW PKB NTB, H Lalu Hadrian Irfani dikonfirmasi enggan memberikan jawaban dan lebih memilih diam. Namun sebelumnya, menegaskan sebanyak Delapan orang dari 12 yang mendaftar dikirim ke DPP untuk ikuti uji kelayakan dan kepatuhan.

“Delapan orang itu merupakan  yang sudah mengikuti proses dari awal sesuai yang dibuat oleh PKB, “pungkasnya. (prm)