BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Penebangan Hutan Penyebab Kekeringan di Pulau Sumbawa

Misfalah, anggota DPRD NTB Dapil VI Dompu-Bima

 

Mataram – Pemerintah bersama aparat penegak hukum terus memperketat pengawasan hutan di Pulau Sumbawa untuk menekan aksi pembalakan hutan secara liar oleh pihak-pihak tertentu. Penebangan kayu secara liar di hutan-hutan, adalah musabab kekeringan dan sulitnya air bersih yang dialami di Pulau Sumbawa.

“Penebangan hutan secara serampangan atau tidak bertanggungjawab. Berdampak pada titik-titik mata air yang dulunya banyak kini hanya tersisa sekian persen saja,” kata Misfalah, anggota DPRD NTB Dapil VI Dompu-Bima, Senin (14/8).

Baca Juga:

Mengatasi masalah pembalakan liar ini, katanya, tidak cukup mengandalkan pengawasan yang dilakukan aparat pemerintah saja.

Alangkah baiknya pemerintah memberikan program, seperti penanaman pohon atau reboisasi,. Setelah itu, dibutuhkan juga kesadaran masyarakat untuk bisa bersama-sama pemerintah menjaga kelestarian hutan.

Politisi Demokrat itu mengaku prihatin atas dampak kekeringan yang menyebabkan krisis air di sejumlah titik di NTB. Seperti yang terjadi saat ini, menjadi masalah krusial pada 9 Kecamatan Kabupaten Bima, yang menyebabkan 24.608 jiwa merasakan dampak kekeringan.

Mirisnya lagi, katanya, berdasarkan informasi, warga harus rela mengantri hanya untuk mendapatkan air keruh untuk dikonsumsi.

Politisi Partai Demokrat ini berharap sekaligus meminta kepada pemerintah daerah agar dapat memberikan perhatian lebih kepada masyarakat terdampak. “Kami harap pemda dapat memberikan perhatian ekstra ke masyarakat,” ucap Misfalah.

Menurutnya, dampak kekeringan ini tidak hanya terjadi di bagian timur NTB atau Pulau Sumbawa saja, tapi terjadi secara merata. Khusus di Pulau Sumbawa, kata perempuan kelahiran 1974 ini, persoalan kekeringan bukan masalah baru dan sudah berlangsung sejak dulu. Persoalan tidak akan pernah selesai, jika tidak ada kekompakkan dari semua elemen, termasuk kesadaran masyarakat.

Apabila hal itu terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan dampak kekeringan dan sulitnya air bersih akan lebih parah dari sebelumnya. Menyikapi kekeringan, dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa sepenuhnya menjaga penebangan liar. Jadi diperlukan juga peran masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan kita,” ujarnya. (prm/-)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Cuaca Terasa Semakin Panas Sekarang, Ternyata Ini Penyebabnya

  Mataram – Cuaca di Nusa Tenggara Barat dan beberapa wilayah Indonesia lainnya selama beberapa ...