BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Salut… Pemuda Kekalik Mataram ‘Sulap’ Limbah Tahu Jadi Paving Block

Aktivitas pemuda kekalik saat mencetak paving block dengan bahan limbah tahu

 

Mataram – Sejumlah pemuda di Lingkungan Kekalik Mataram yang tergabung dalam “Batur Kreatif Kekalik Jaya” berhasil membuat terobosan. Mereka berhasil menyulap limbah Tahu menjadi paving block dan loster (lubang angin).

Bahan dasar material dari awu-awu sisa pembakaran.

Diungkapkan Ketua batur kreatif Kekalik Jaya, Junaidi Masriawan, langkah tersebut belakangan mulai dikembangkan untuk mencari solusi meningkatkan ekonomi warga setempat.

Baca Juga:

“Batur kreatif ini merupakan lembaga sekumpulan pemuda di Lingkungan Kekalik Jaya. Setelah melakukan riset, kita berhasil mencetak paving block, loster, dan terbaru batako yang tengah dikembangkan dari limbah Tahu,” ungkapnya, Sabtu (12/8).

Dari  sejumlah pengusaha Tahu di lingkungan tersebut, Batur Kreatif baru mengambil sampel dari tiga pabrik saja. Mengenai kualitas pun tidak kalah bagusnya dengan paving block yang berbahan dasar krikil dan batu.

“Kemarin kita ambil sampel dari tiga pabrik tahu. Untuk hasilnya cukup bagus, tetapi ini belum kita komersilkan lantaran masih ada kendala,” katanya.

Kendala dimaksud Junaidi, merujuk pada kekurangan beberapa alat cetak. Alih-alih ingin memproduksi dengan jumlah banyak, untuk riset yang dilakukan sebelumnya pun ia harus menyewa alat cetak. Namun demikian, hal ini tidak menyurutkan niatnya guna mengedukasi pengusaha tahu di sana dan masyarakat setempat.

“Pelan-pelan kita sosialisasikan ke masyarakat agar mereka paham bahwa ini (limbah tahu) bisa di manfaatkan kembali,” tuturnya.

Sejatinya apa yang diusung lembaga yang di pimpinnya itu, mempunyai harapan supaya kedepan dapat memicu menggerakan perekonomian masyarakat Kekalik Jaya. Terlebih hal ini juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan di sungai Ancar yang kerap kali menjadi lokasi pembuangan daripada limbah itu sendiri.

“Dengan begini kami bisa sedikit mengurangi limbah awu-awu dari hasil pembakaran tahu serta bisa merawat lingkungan Sungai Ancar. Memang saat ini masih sedikit yang dapat kami perbuat, tetapi kedepan dampaknya sangat besar,” jelas pria yang akrab disapa Wawan ini. (iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Di NTB, Alumni Al-Azhar Singgung “Fatwa Medsos” dan Bahas Isu Penting Masyarakat Muslim Dunia

  kicknews.today – Konferensi Internasional Alumni Al-Azhar dan Multaqa IV  diselenggarakan di Islamic Center Mataram ...