BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Donggo Krisis Air, Mahasiswa Sindir DPRD NTB dan Gubernur Pakai Jerigen Kosong

Aksi mahasiswa Donggo di depan Kantor Gubernur NTB

 

Mataram – Krisis air di Kecamatan Donggo Kabupaten Bima masih berkepanjangan. Elemen mahasiswa menuntut DPRD NTB bersikap dan pemerintah provinsi diminta turun tangan mengatasi.

Sebagai bentuk protes terkait kekeringan itu, Himpunan Mahasiswa Suku Donggo (Himasdo) Mataram menggelar unjuk rasa Jumat (11/8) di Kantor DPRD dan Gubernur NTB.

BACA JUGA:

Dalam aksi mereka membawa jeriken kosong sebagai cara untuk menggugah perhatian pemerintah daerah dan DPRD tentang kekeringan yang sudah puluhan tahun terjadi di sana. Selain Donggo, mereka juga membawa aspirasi warga Kecamatan Soromandi yang juga mengalami kekeringan.

Menurut korlap aksi, Amal Abrar krisis air di Dusun Ndano Ndere, Desa Bajo Kecamatan Soromandi, dan Desa Doridungga Kecamatan Donggo Kabupaten Bima belum ada penanganan serius dari pemerintah. Amal Abrar bahkan menyebut, sejak Indonesia merdeka warga Donggo dan Soromandi masih saja menderita kekeringan. “Kesulitan air berkepanjangan. Sekarang warga membeli air demi mencukupi kebutuhan sehari-hari,’’ protes Amal Abrar dalam orasinya.

Mereka mendesak pemerintah provinsi turun tangan mengatasi kekeringan di Kecamatan Donggo dan Soromandi.

Setelah berorasi, enam orang perwakilan mahasiswa ditemui Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaedah.

Di hadapan ketua dewan, mahasiswa mendesak untuk meloloskan anggaran penanganan krisis air pada APBD Perubahan 2017 dan APBD 2018. Kepada mahasiswa, politisi Golkar ini berjanji akan memprioritas penanganan krisis air di Donggo dan Soromandi.

Aksi mahasiswa kemudian bergeser ke Kantor Gubernur NTB. jerigen kosong bertuliskan “warga donggo haus”,  ’’Donggo dan Soromandi Krisis Air’’ dan sejumlah jerigen kosong lainnya dibawa dalam aksi. Sebagian ditancapkan di gerbang Kantor Gubernur untuk menyindir lambannya Pemerintah Provinsi NTB menangani krisis air di Donggo dan Soromandi.

’’Jerigen ini kami bawa untuk gubernur, agar tahu bahwa Donggo dan Soromandi sedang krisis air,’’ sindirnya.

Orasi lanjutan Amal Abrar, sudah 72 tahun Indonesia merdeka. Namun kesulitan air warga Donggo dan Soromandi belum teratasi.

Karena itu, mereka menuntut Gubernur NTB segera mengatasi krisis air di Donggo dan Soromandi.

Gubernur NTB diminta memerintahkan dinas terkait mengambil langkah teknis mengatasi persoalan tersebut. Selain itu, dia juga mendesak Gubernur mengalokasikan anggaran untuk membangun  instalasi air permanen di desa-desa dua kecamatan tersebut. (red)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

9 Tokoh Akan Dinobatkan Jadi Pahlawan Nasional, Tuan Guru Pancor?

  kicknews.today – Sebanyak sembilan nama tokoh yang berasal dari delapan provinsi diusulkan menerima gelar ...