Jadilah yang Pertama Tau

Label Halal Pariwisata NTB bukan Dibuat-buat Sendiri

Anggota Tim 10 Kementerian Pariwisata RI Taufan Rahmadi (Foto: Ist)

 

Mataram – ‘Kegerahan’ anggota DPR RI Rachmat Hidayat, tentang label Wisata Halal di NTB yang diyakininya justru akan mengurangi angka kunjungan wisatawan asing, serta mempertanyakan hasil dari pem-branding-an tersebut, mendapat tanggapan pro dan kontra.

Anggota Tim 10 Kementerian Pariwisata RI Taufan Rahmadi mengatakan bahwa seharusnya Rachmat turut bangga dengan labelisasi tersebut. Bahwa pariwisata NTB khususnya di Lombok, lebih maju dibanding daerah lain yang termasuk destinasi wisata halal di indonesia.

BACA JUGA:

Dia menyebutkan, predikat Muslim friendly Tourism atau Best Halal Destination yang disandang kepariwisaataan di Lombok, adalah prestasi yang datang dari pengakuan dunia, bukan predikat dibuat-buat sendiri.

“Alam kita, nilai-nilai kultural dan keagamaan kita, benar-benar Muslem Friendly Destination. Sebagai destinasi ramah muslim bagi wisatawan muslim. Dan inilah yang membuat pelaku wisata halal industri di seluruh dunia itu melihat Lombok,” ujar Taufan.

Namun ia menggarisbawahi sorotan Rachmat Hidayat terkait amenitas atau fasilitas dalam memberikan pelayanan bagi wisatawan. Adalah autokritik terhadap kondisi masih rendahnya kualitas kebersihan dan sanitasi pada pengelolaan pariwisata. Dari penanganan sampah sampai standar toilet, menempatkan Indonesia baru di urutan 110 di dunia. “Ini yang menjadi PR kita. PR bukan hanya di Pulau Lombok, tapi hampir semua destinasi di Indonesia,” jelasnya.

Autokritik lainnya, kata Taufan, NTB masih kekurangan atraksi atau even sebagai daya tarik selain suguhan keindahan alam. “Selain bau nyale, even kita itu apa sih yang bisa menjadi magnet wisatawan dari luar? Tidak perlu terlalu banyak even, karena kita memang juga belum sanggup mengelolanya menjadi sebuah ikon even,” katanya. (bsm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat