Jadilah yang Pertama Tau

Ratusan Pendaki akan Rayakan Detik-detik Proklamasi di Gunung Rinjani

Komunitas Kearifan Lokal Tebango dan Merah Putih di Puncak Gunung Rinjani Lombok NTB (Foto: murtiana20)

 

Mataram – Pada puncak perayaan HUT RI ke 72, Gunung Rinjani diprediksi akan “dijejali” para pendaki dari berbagai daerah. Seperti informasi dari pegiat Tracking Organizer (TO), sebagian besar mereka mendaki untuk tujuan perayaan detik-detik proklamasi, tepatnya pada 17 Agustus 2017 pekan depan.

Jika merujuk pada Agustus tahun lalu, jumlah pendaki yang ke Rinjani menurut Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) R Agus Budi Santoso mencapai 600 orang. Jumlah ini diprediksinya bertambah, jika melihat arus kedatangan pendaki dari berbagai daerah.

BACA JUGA:

“Tahun lalu di atas 600 orang (pendaki). Mungkin bisa jadi ada kenaikan. Tapi kita belum tahu,” ujar Agus sore Senin (7/8) kemarin.

Namun Agus Budi mengaku tidak bisa mengklasifikasi apakah ratusan pendaki itu akan merayakan HUT RI atau memang hanya ingin menjajal trek Rinjani dari jalur Senaru dan Sembalun. Pihaknya hanya fokus untuk pendataan, pengaturan dan pemantauan keselamatan pendaki.

Tapi tidak dipungkirinya pada perayaan 17 Agustus mendatang, pendaki akan ramai, sehingga BTNGR menyiapkan pengamanan jalur. “Saat ini sudah ada petugas dan aparat yang standby di jalur-jalur pendakian sejak pertengahan bulan kemarin,” kata Agus Budi.

BTNGR juga sudah berkoordinasi dengan petugas terkait seperti tim SAR, sehingga siap bekerja sesuai protap jika ada hal-hal berkaitan dengan gangguan keselamatan pendaki.

Agus Budi berpesan kepada pendaki, agar menyiapkan fisik, mental dan peralatan memadai. “Mendaki Gunung Rinjani itu sederhana, jangan ambil apapun kecual foto dan kenangan, jangan beri makan satwa, bawa sampahmu kembali, patuhi rambu dan petunjuk  papan peringatan serta larangan,” pesannya.

Sementara itu menurut pengelola Tracking Organizer Anto Capen Sembahulun, ada empat spot setiap tahun menjadi favorit para pendaki untuk merayakan HUT RI. Danau Segara Anak, Pelawangan, Leter-E dan puncak Rinjani. Mereka mengibarkan bendera yang dibawa, tidak peduli asalnya dari daerah manapun karena mereka direkatkan rasa nasionalisme dan persuadaraan sesama pendaki.

“Sudah banyak pendaki yang mengabarkan akan datang. Kebanyakan dari Kalimantan dan Pulau Jawa. Ada yang kelompok, ada yang perorangan,” kata Anto. (red)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat