in

PLTGU Ratusan Mega Watt di Lombok dan Sumbawa Rampung 2018

Rapat koordinasi rencana pembangunan sistem kelistrikan NTB
Rapat koordinasi rencana pembangunan sistem kelistrikan NTB

 

Mataram – Untuk menjamin kebutuhan kelistrikan masyarakat, terutama dalam menggerakkan simpul-simpul ekonomi masyarakat, Pemprov NTB terus mendorong terbangunnya pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU).

Wakil Gubernur NTB H Muh Amin mengatakan, saat ini sedang mendorong agar PLTGU Pulau Lombok dan Sumbawa cepat dituntaskan. Salah satunya pembangunan Lombok Peaker yang mampu memproduksi energi listrik sebesar 150 MW.

Baca Juga:

Perusahaan listrik ini untuk mendukung proyek kelistrikan sebesar 500 MW di seluruh wilayah NTB dan merupakan bagian dari proyek kelistrikan nasional sebesar 35.000 MW. Bahkan sistem kelistrikan di NTB terus mengalami peningkatan, sejak diresmikannya mobile power plant 2×25 MW oleh Presiden RI Joko Widodo baru-baru ini.

“Penambahan daya listrik ini diharapkan dapat berkontribusi mendorong percepatan pembangunan NTB, khususnya pertumbuhan sektor usaha dan ekonomi produktif masyarakat. Karena listrik merupakan  salah satu infrastruktur dasar yang harus disediakan, mengingat hampir semua usaha memerlukan dukungan energi listrik,” ungkapnya, saat rapat koordinasi rencana pembangunan sistem kelistrikan, di Mataram, Selasa (1/8).

Amin mengatakan, pembangunan PLTGU Lombok Peaker bisa terlaksana pasca terbitnya PP Nomor 13 Tahun 2017 yang mengatur kegiatan pemanfaatan tata ruang yang bernilai strategis nasional, tetapi belum termuat dalam RTRW Provinsi atau Kabupaten/Kota.

Oleh sebab itu, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda pembangunan proyek PLTGU Peaker ini. “Saya harap pembangunan PLTGU ini rampung sesuai yang ditargetkan pada tahun 2018 mendatang,” ujarnya.

General Manager Unit Induk Pembangunan (UIP) Nusra Djarot Hutabri menyampaikan bahwa ada perubahan di organisasi Induk PLN, sehingga PLN Nusra bergabung dengan Jawa Timur dan Bali. Sebelumnya PLN Nusra bergabung dengan regional Sulawesi. “Perubahan regional ini menunjukkan Nusra mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat dan diharapkan dapat mengurangi pemadaman listrik di kawasan Nusa Tenggara,” katanya.

Tindak lanjut yang lebih detail terkait tentang pembangunan kelistrikan, direncanakan dalam waktu 10 tahun PLN akan menambah kapasitas listrik sekitar 700 MW di wilayah Nusra, termasuk di Pulau Sumbawa. (prm)