Jadilah yang Pertama Tau

Mori Hanafi Tidak Ingin Jumlah TKI NTB Terus Bertambah

Mori Hanafi, Wakil Ketua DPRD NTB

 

Mataram – NTB sebagai daerah yang berstatus sebagai pengirim TKI terbesar ketiga di Indonesia, sudah tak asing lagi mendengar banyak kisah menyedihkan terkait nasib para pahlawan devisa ini. Bahkan hampir bisa dibilang sudah tak menarik lagi untuk dibicarakan.

Banyaknya permasalahan terkait kondisi TKI disebut Mori Hanafi Wakil Ketua DPRD NTB tak lain disebabkan oleh kualitas SDM dari para pejuang divisa tersebut. Rendahnya kualitas sebagian besar TKI ini, menjadikan banyaknya timbul kendala dari sejak awal proses, saat sudah bekerja, hingga sampai saat kembali setelah bekerja ke daerah asalnya.

Baca Juga:

Karenanya Mori mengatakan, Ia secara pribadi tidak menginginkan jumlah TKI terus bertambah seperti yang sekarang ini terjadi sesuai data yang ada. Solusinya adalah memaksimalkan fungsi pendidikan yang tepat sasaran. Sehingga jumlah lulusan sekolah yang tidak siap kerja bisa ditekan maksimal.

“Saat ini anggran untuk pendidikan 20 persen, tapi sebagian besar habis untuk gaji. Seharusnya bisa dimaksimalkan juga fokus untuk peningkatan skill siswa didik. Terlebih SMK dan SMA saat ini telah menjadi kewenangan Provinsi,” ungkap Mori saat menyampaikan visi misi bakal calon kepala daerah yang digelar PKB di Mataram, (27/7).

Menurutnya masyarakat NTB yang memilih untuk mengadu nasib ke luar negeri, sebagian besar belum memiliki keahlian karena kurangnya kemampuan untuk mengakses pendidikan yang cukup. Ditambah dengan banyaknya jumlah lulusan Perguruan Tinggi yang juga belum memiliki kemampuan yang cukup untuk masuk ke dunia kerja, apalagi untuk membuat lapangan kerja baru.

“Banyak lulusan perguruan tinggi yang belum siap masuk ke dunia kerja, apalagi untuk bisa membuat lapangan kerja baru,” ungkap Mori.

Kondisi ini menurutnya menjadi salah satu penyebab, terus bertambahnya jumlah TKI asal NTB di beberapa negara tujuan buruh migran. Tentunya bertambahnya jumlah TKI akan berbanding lurus dengan banyaknya masalah yang muncul terkait TKI yang akhirnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Saya tidak suka mempertahankan ini. Saya mau TKI kita yang ada di luar negeri jumlahnya berkurang,” tegas pemuda asli Bima itu. (hl)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat