in

Prabowo-AHY vs Jokowi-Puan atau Prabowo-TGB vs Jokowi-Gatot

Para calon wapres yang digadang akan dampingi Prabowo dan Jokowi di Pilpres 2019
Para calon wapres yang digadang akan dampingi Prabowo dan Jokowi di Pilpres 2019

 

Mataram – Pemilihan Presiden (Pilpres) akan digelar pada 17 April 2019 mendatang, namun perbincangan siapa `jagoan` yang akan bertarung untuk merebut kursi presiden dan wakil presiden sudah mulai ramai diperbincangkan dalam perpolitikan di Tanah Air.

Pasangan Prabowo Subianto-Agus Harimurti diprediksi akan menjadi lawan berat, bahkan bisa mengalahkan pasangan Joko Widodo-Puan Maharani pada ajang pesta demokrasi itu. Selain itu, muncul juga nama pasangan Jokowi-Gatot.

Baca Juga:

Prabowo dan SBY semalam, Kamis (27/7) telah bertemu untuk membicarakan persoalan negara dan kemungkinan rencana koalisi. Pasangan Pabowo-AHY yang merupakan anak dari SBY pun santer terdengar akan digadang dalam pertemuan khusus dua jenderal tersebut.

Sementara sejumlah kader PDIP sudah menyebut-nyebut akan mencalonkan Puan Maharani, putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk mendampingi Jokowi. Hal ini diakui Ketua DPP PDIP Trimedya Panjaitan.

“Kami sudah menyiapkan Puan Maharani sebagai cawapres untuk mendampingi Jokowi. “Diajukannya nama Puan tentu karena bobot dan kualitas kompetensinya,” ujar Trimedya, belum lama ini.

Sementara itu pengamat politik Zulfikar Ahmad juga menyatakan, pasangan Prabowo-AHY menjadi lawan berat Jokowi-Puan.

“Ini pasangan yang memiliki kekuatan dahsyat, dan saya yakin bisa mengalahkan Jokowi-Puan,” kata Zulfikar, Rabu (26/7).

Menurutnya, saat ini popularitas Prabowo masih sangat bagus, demikian juga AHY, meski dia kalah dalam Pilkada DKI, popularitasnya terutama dikalangan anak-anak muda masih sangat baik.

“Prabowo mewakili generasi tua, AHY mendapat simpati generasi muda. Ini pasangan yang dahsyat, dan sangat kuat,” kata Zulfikar.

Namun berbeda dengan yang disampaikan pengamat politik Point Indonesia (PI) Karel Susetyo yang mengatakan kalau tidak cocok Prabowo dipasangkan dengan AHY. Menurutnya, AHY masih terlalu prematur untuk maju ke Pilpres mendatang.

“Harusnya Prabowo dipasangkan dengan yang memiliki potensi elektoral bagus. Misalnya dengan TGB, gubernur NTB saat ini,” ujarnya. (red)