in

PKB NTB Baru Gelar Penyampaian Visi Misi, Belum Tetapkan Calon

Sekretaris DPW PKB NTB, Akhdiansyah dan pemaparan visi misi bacalon (foto: prm)
Sekretaris DPW PKB NTB, Akhdiansyah dan pemaparan visi misi bacalon (foto: prm)

 

Mataram – DPW Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) NTB menggelar kegiatan penyampaian visi misi bakal calon Gubernur (bacagub) dan bakal calon Wakil Gubernur (bacawagub) NTB 2018. Visi misi tersebut akan menentukan arah rekomendasi yang akan diterbitkan DPP PKB.

Kamis (27/7), delapan bacagub dan bacawagub dari 12 orang yang sudah mendaftar di PKB, menyampaikan visi misi mereka. Kedelapan bakal calon ini masing Prof Dr Farouk Muhammad, Ahyar Abduh, Nurdin Ranggabrani, H Rusni, Lalu Rudy Irham Srigede, Kyai Zulkifli Muhadli, Mori Hanafi, dan Moh Suhaili FT.

Baca Juga:

Sekretaris DPW PKB NTB Akhdiansyah menyampaikan, pemaparan visi misi, bagian dari rangkaian tahapan penjaringan dan penentuan bacagub dan bacawagub yang akan diusung PKB pada pilkada 2018 nanti.

“Ini tahapan penting. Calon sebisanya ikuti acara ini,” ungkapnya.

Yongki, sapaannya, mengatakan, pemaparan visi misi para bakal calon langsung didengar oleh ketua tim Desk Pilkada DPP PKB, Anggie. Ada juga finalis dari pengamat politik, bertujuan menilai konsep serta program yang akan dijadikan acuan calon tersebut ketika terpilih nanti. Hasil penyampaian visi misi menetukan peringkat para bacalon masing masing.

Dia mengaku, kegiatan itu bagian di desk pilkada PKB NTB. Sebelumnya, telah dilakukan serangkaian tahapan dan mekanisme penjaringan bacalon, mulai dari pendaftaran, verifikasi berkas, dan survey elektabilitas.

“Hari ini, sampai sore penyampaian visi misi mereka. Hasilnya jadi acuan kepada siapa rekomendasi DPP diberikan,” ujarnya,

Yongki menambahkan, semakin tinggi nilai atau peringkat yang diperoleh, maka bacalon makin berpeluang dapat rekomendasi DPP PKB, di samping akan menentukan setelah fit and profertes.

Ditanya pertemuan sejumlah pimpinan parpol, termasuk, pimpinan PKB yang diisukan memunculkan nama bacagub Ahyar Abduh, Yongki menegaskan belum ada nama yang ditetapkan. “Pertemuan pimpinan parpol, hal biasa terjadi antarpetinggi partai,” jelasnya. (prm)