in

Selain Kasus Rumah Kumuh, Kejari Awasi Proyek di Lombok Utara

Kepala Kejari Mataram, Rodiansyah
Kepala Kejari Mataram, Rodiansyah

 

Lombok Utara – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram, Rodiansyah mengungkapkan salah satu fokus pengamatan kasus dugaan korupsi terkait proyek Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Belum ada tersangka baru dalam kasus ini, namun demikian pihaknya tetap memantau perkembangan.

Dalam kasus yang dikenal dengan proyek rumah kumuh ini, negara dirugikan Rp 1,3 miliar, dengan modus pengadaan material pembangunan rumah kumuh di KLU yang harganya di mark up. Terdakwa dalam kasus ini Ruslan, rekanan pengadaan material. Namun Ruslan tidak jelas rimbanya sejak jadi tersangka, sehingga sidang dilakukan tanpa terdakwa (in absentia).

BACA JUGA:

“Kasus RTLH sekarang, terdakwa dalam tahap menunggu keputusan pengadilan,” ujar Rodiansyah.

Ditanya, apakah akan ada tersangka baru dalam kasus tersebut? pihak Kejari masih mengikuti perkembangan.

“Dalam persidangan, yang disebut-sebut kan tidak datang dan bicara. Jadi itu saja dulu (Ruslan),” jelasnya.

Selanjutnya, sebagai Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah(TP4D), Rodiansyah membeberkan, Kejari Mataram banyak memantau dan mengawasi proyek pembangunan di Lombok Utara.

“Paket program banyak sekali kita awasi ini,” jelasnya. Namun tak dijelaskan proyek apa saja yang diawasi tersebut. Tapi konteks pengawasan dimaksudnya, berkaitan dengan item item yang memerlukan pendampingan. Khususnya proyek yang berhubungan langsung dengan hajat hidup masyarakat. Dengan harapan, tidak ada masalah hukum di kemudian hari.

Ditanya jumlah perkara yang ditangani, Rodiansyah menyebut ada 25 perkara tiap bulannya yang ditangani Kejari. Namun, ia tidak merinci lebih jauh kasus dimaksud. (dx)