BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Pertanian Modern Ala Mataram Hidroponik Mulai Hasilkan Jutaan Rupiah Perhari

H Masbuhin (baju oranye) saat memberi penjelasan tentang hidroponik pada masyarakat yang ingin belajar

 

Mataram – Upaya mengembangkan pertanian modern di Kota Mataram yang digagas H Masbuhin, tampak mulai membuahkan hasil. Setelah berjalan tak lebih dari 3 bulan, pola pertanian dengan menggunakan sistem hidroponik itu telah sampai pada tahap memanen hasil.

Bahkan telah ada konsumen yang rutin menyerap hasil pertanian dari green house Mataram Hidroponik tersebut.

“Sudah beberapa kali panen ni. Malah saya salah prediksi, saya pikir hanya bisa panen seminggu sekali, ternyata bisa setiap hari,” ungkap pemerakarasa Mataram Hidroponik, H Masbuhin yang ditemui kicknews di lokasi green house, Rabu (19/7).

Baca Juga:

Harga satu jenis tanaman saja, bisa membuat usaha ini menghasilkan omzet lebih dari satu juta rupiah perhari. Dengan hasil panen basil (nama jenis tanaman mirip kemangi, red.) yang bisa mencapai jumlah 15 kilogram perharinya, Mataram Hidroponik masih tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat.

“Kebutuhan basil hanya untuk pasar di daerah pariwisata di Lombok saja, sampai 50 kg perhari. Belum jenis sayur lainnya,” jelas pria yang akrab disapa H Bohin ini.

Mataram Hidroponik tidak mengalami kesulitan mendistribusikan hasil panennya. Karena telah ada pengepul kebutuhan hotel yang rutin datang setiap hari untuk membeli.

“Basil kita jual 50 sampai 75 ribu perkilo kepada penendak (sebutan warga lokal untuk pengepul, red). Mereka yang jual lagi ke hotel-hotel,” Kata H Bohin.

Dijelaskannya juga bahwa pola tanam ini sudah bisa dikatakan berhasil dan sangat mungkin untuk dijadikan solusi, dari terus menyempitnya lahan pertanian, terutama di wilayah perkotaan seperti di Mataram.

“Dengan cara ini, lahan yang hanya berukuran 13×15 meter ini saja, kita sudah bisa tanam 10.000 pohon basil. Sementara biasanya kalau dengan cara pertanian konvensional, untuk 2.000 pohon itu butuh lahan seluas 30 are,” jelasnya.

“Tanamannya lebih sehat dan masa tanamnya juga lebih cepat dengan teknik hidroponik ini. Karena nutrisi untuk tanaman bisa kita kontrol benar dan cenderung bebas hama. Hama tanaman sayur kan biasanya datang dari tanah soalnya,” sambungnya.

Green House milik Mataram Hidroponik ini, telah banyak didatangi masyarakat untuk belajar pola tanam modern ini. Bukan hanya dari kalangan petani, namun juga dari masyarakat umum dan dari kalangan pemerintahan dan pengusaha.

Pengelola juga sengaja membuka pintu bagi siapapun yang ingin datang untuk belajar, bahkan siap untuk membimbing dari proses awal hingga distribusi hasil panen.

“Siapapun yang mau serius belajar, kami persilahkan. Bahkan kami juga sanggup bimbing dari awal sampai menyerap hasil panennya,” katanya.

“Kami juga masih butuh banyak petani plasama (petani modern binaan, red) untuk bisa memenuhi kebutuhan pasar dunia pariwisata di Lombok. Karena sampai sekarang masih banyak jenis sayur yang harus didatangkan dari luar NTB. Kalau kita bisa tanam sendiri, kenapa harus impor,” pungkasnya. (hl)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Kebutuhan Dapur Pariwisata Masih Banyak yang Diimpor

  Mataram – Kebutuhan produk pertanian jenis sayur-mayur untuk kebutuhan pariwisata di Lombok, sebagian besar ...