BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Polres Mataram nyatakan, Parkir Liar Adalah Pungli

ilustrasi juru parkir

 

Mataram – Wakapolres Mataram Kompol I MD Banduarsa menyatakan, aktivitas parkir liar di sejumlah titik di kota ini merupakan salah satu aksi pungutan liar.

“Pasalnya, mereka beraktivitas tanpa ada karcis parkir yang menjadi dasar pungutan dari masyarakat,” kata Wakil Kapolres Mataram yang juga menjabat sebagai Ketua II Tim Saber Pungli Kota Mataram di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (16/7).

Baca Juga :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”623″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

Dikatakan, meskipun aktivitas parkir liar hanya menarik biaya parkir sebesar Rp1.000 atau Rp2.000 per pendaraan tapi dikali banyak maka nominalnya akan menjadi besar.

Karena itulah, penanganan parkir liar pada sejumlah titik di Kota Mataram juga menjadi bagian dari perhatian Tim Saber Pungli Kota Mataram dan pelakunya harus ditangkap.

Tetapi, sambungnya, pelaku parkir liar tidak ditangkap kemudian sel, atau dilakukan penyelidikan hingga ke persidangan.

“Pasalnya, di bawah masih ada tim penindakan dan satgas yustisi yang akan memberikan keputusan terhadap tindakan pelaku parkir liar,” katanya.

Satgas yustisi ini, nantinya akan melakukan rapat koordinasi dan memutuskan pemberian sanksi bagi pelaku parkir liar, apakah cukup dengan teguran atau pembinaan.

“Tapi untuk praktek pungutan liar dengan nominal besar hingga merugikan masyarakat, kita bisa sampai tingkat penyelidikan, dan persidangan,” katanya.

Lebih jauh Kompol Baduarsa berharap partisipasi masyarakat untuk aktif melaporkan apabila diminta membayar parkir tanpa ada karcis.

“Masyarakat bahkan boleh menolak membayar parkir apabila tidak diberikan karcis. Parkir resmi adalah parkir yang menarik bayaran setelah memberikan karcis,” ujarnya.

Di samping itu, pihaknya berharap aparat terkait di tingkat Pemerintah Kota Mataram dapat segera melakukan pertiban terhadap banyaknya titik parkir liar di kota ini sehingga tidak merugikan masyarakat dan pemerintah.

Kepala Bidang Keselamatan Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Mataram Mahfuddin Noor sebelumnya juga meminta kepada pengguna jasa parkir agar tidak membayar parkir jika tidak ada karcis.

“Pembayaran parkir menggunakan karcis sudah kita berlakukan sejak akhir tahun 2016 sesuai dengan perda yang ada. Jadi masyarakat berhak tidak membayar jika tidak menerima karcis,” katanya.

Data Dishub Kota Mataram menyebutkan, jumlah potensi titik parkir tepi jalan saat ini sebanyak 795 titik. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Bendahara SMKN 1 Narmada Ditetapkan Tersangka

  kicknews.today – Kepolisian Resor (Polres) Mataram menetapkan tersangka kasus dugaan penyimpangan penggunaan dana bantuan ...