in

Pelajaran dari Wayang Sasak Tentang Perang Melawan “Hoax”

Pentas wayang Sasak di Kedai Jangkok Rivera Ampenan
Pentas wayang Sasak di Kedai Jangkok Rivera Ampenan

 

Mataram – Pertunjukan wayang Sasak dinilai sebagai salah satu media interaktif yang efektif untuk kampanye hal-hal baik. Sebagaimana pertunjukan wayang yang digelar di Kedai Jangkok, Ampenan, Jum’at (7/7) malam oleh Sekolah Pedalangan Wayang Sasak (SPWS) Sesela. Pertunjukan mengusung tema bersatu melawan informasi hoax yang mengancam memecah-belah masyarakat.

Pagelaran wayang Sasak anti hoax ini diprakarsai Aliansi Jurnalis Independen (AJI) sebagai rangkaian gelaran workshop nya.  Dalam pertunjukan wayang interaktif yang berlangsung selama dua jam dengan dalang muda Bayu Windia menyebutkan, betapa jahatnya hoax atau informasi bohong menghantui kehidupan masyarakat, termasuk masyarakat di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”3517″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

“banyak informasi bohong berbau fitnah yang diterima begitu saja oleh masyarakat, karena itu kita harus hati-hati” katanya lewat dialog Amaq Baoq (panakawan: abdi laki-laki pengiring raja/kesatria) yang dimainkannya dengan penuh homor.

Pertunjukan wayang anti hoax itu ditonton puluhan jurnalis NTB, Jurnalis senior Satrio Arismunandar, Pengurus AJI Indonesia Jupriadi Asmaradana dan M Rudi Hartono, juru bicara Polres Mataram, AKP Made Aranawa dan Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Tri Budi Prayitno, aktivis lingkungan dan para seniman muda di Kota Mataram.

Wayang Interaktif kali ini mengajak jurnalis senior, aparat kepolisian dan pihak pemerintah untuk berdialog dengan para panakawan, seperti Amaq Baok, Amaq Kesek dan Sam Butak terkait hoax yang kian membingungkan masyarakat.

Usai berdialog dengan wayang, jika beruntung mereka bakal mendapatkan wayang dari sampah plastik bergambar wajah mereka.

Juru bicara Polres Kota Mataram, AKP Made Arnawa yang juga didaulat berdialog dengan wayang meminta para jurnalis membantu aparat kepolisian dalam upaya menangkal hoax. Dia mengatakan jurnalis juga harus awas dan tidak turut menyebarkan berita bohong.

“Kami berharap jurnalis tetap mencari tahu sumber informasi yang mereka peroleh, baru mereka menyebarkannya, agar hoax ini tidak meluas dan menganggu ketertiban umum” katanya.

Penonton mengapresiasi wayang anti hoax yang digelar SPWS Sesela bekerjasama dengan AJI dan Australian Embassy itu, mereka berharap dapat digelar di lokasi yang lebih luas dan bisa ditontot masyarakat agar informasi bahaya hoax ini tersosialisasi.

“kami sih maunya  wayang yang bisa bicara langsung dengan pejabat bisa digelar lagi, agar lebih seru dan membuat kami makin faham bahaya berita bohong ini” kata Akmal salah seorang penonton.(red)