in

Usai Libur Lebaran, Jumlah Pasien di RSUD Kota Mataram Naik 40 Persen

RSUD Kota Mataram
RSUD Kota Mataram

 

Mataram – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram dr HL Herman Mahaputra menyebutkan, tingkat kunjungan pasien hari pertama masuk pascalibur Idul Fitri 1438 Hjiriah naik sekitar 30 hingga 40 persen.

“Kondisi ini memang selalu terjadi setiap tahun setelah libur panjang lebaran, dan akan kembali normal sekitar tujuh hari ke depan,” katanya kepada swartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin (3/7).

Baca Juga :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”2689″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

Menurutnya, pada hari-hari normal tingkat kunjungan di RSUD Kota Mataram mencapai hampir 1.000 pasien, jumlah itu termasuk kunjungan di ruang unit gawat darurat (UGD).

Dengan terjadinya peningkatan kunjungan pasien yang mencapai 30 hingga 40 persen di hari pertama masuk kerja, kondisi sejumlah poliklinik di RSUD Mataram terlihat ramai.

“Termasuk pada loket pendaftaran, bahkan banyak pengunjung yang tidak mendapatkan tempat duduk sehingga terpaksa duduk di pinggir-pinggir poliklinik dan loket,” katanya.

Direktur RSUD Mataram yang biasa disapa dr Jack ini mengatakan, tingginya tingkat kunjungan di hari pertama ini karena selama libur Idul Fitri, pelayanan poliklinik memang tutup.

Saat libur dan cuti bersama Idul Fitri, pelayanan hanya fokus di UGD, sehingga hari ini banyak pasien yang datang selain untuk berobat juga untuk kontrol rutin bagi pasien rawat jalan.

“Rata-rata pasien yang datang berobat setelah lebaran mengalami gangguan di perut karena terjadinya perubahan pola makan,” katanya.

Di samping itu, pasien yang datang berobat di RSUD Mataram tidak hanya warga kota, melainkan juga warga luar kota termasuk dari Pulau Sumbawa.

“Meskipun kami bukan rumah sakit rujukan, tetapi banyak pasien yang senang berobat ke RSUD Mataram,” ujarnya.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Kota Mataram dr Emiral Isfihan yang mendampingi dr Jack menambahkan, terjadinya penumpukan kunjungan kunjungan di hari pertama ini juga disebabkan semua pengunjung berpikir hari ini pasti akan ramai sehingga mereka datang pagi-pagi.

“Padahal kalau pada hari normal, pengunjung akan lebih tertib mengatur jadwalnya kedatangannya secara bertahap. Ada yang datang pagi dan ada juga pasien yang datang agak siangan,” katanya. (ant)