in

Arus Balik, Waspada Gelombang Tinggi Hingga 3 Meter di Selat Lombok – Sumbawa

Penyebrangan Kayangan - Poto Tano
Penyebrangan Kayangan – Poto Tano

 

Mataram – Lebaran telah masuk H +7 yang menandai puncak arus balik. Ada baiknya pemudik mencermati imbauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang cuaca yang mempengaruhi gelombang laut, khususnya di perairan NTB.

Dalam catatan BMKG Stasiun Meteorologi, gelombang tinggi terjadi mulai Minggu (2/7) sampai Selasa (4/7). “Waspadai gelombang tinggi lebih dari dua meter di Selat Lombok, Selat Alas, Perairan Utara dan Selatan NTB, ” kata Prakirawan BMKG BIL, Maria Carine, P.A.D.V.

Baca Juga :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”246″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

Di Selat Lombok, gelombang antara 2 – 3 meter, mulai malam hingga dinihari. Di Selat Alas dengan tinggi gelombang sama dan durasi waktu yang sama. Sebagaimana diketahui, di selat ini menjadi jalur arus transportasi laut yang dilalui pemudik dari Pelabuhan Tano Sumbawa ke Kayangan Lombok. Demikian juga di Selat Sape, juga terjadi gelombang tinggi, namun relatif lebih kecil hingga 2,5 meter. Selat ini dilalui arus penyebrangan dari Pelabuhan Sape ke NTT.

Wilayah perairan Utara dan Selatan NTB juga terjadi peningkatan gelombang, situasinya lebih mengkhawatirkan, antara 1 meter sampai 3,5 meter.

Dengan peningkatan gelombang ini, BMKG memberi peringatan pada aktivitas masyarakat maupun transportasi. Untuk gelombang diatas dua meter, berbahaya bagi nelayan, gelombang tiga sampai empat meter berbahaya untuk kapal tongkang dan kapal Ferry.

Tingginya gelombang itu dirasakan juga penumpang kapal dari Sumbawa ke Lombok. Faidin, pemudik asal Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima mengaku air laut sampai masuk ke lambung Kapal yang ditumpanginya Minggu dinihari tadi sekitar Pukul 02.00 wita. Akibatnya penumpang sempat panik. “Alhamdulillah tidak ada apa apa sampai pelabuhan Lombok. Cuma panik saja pas air laut masuk, ” kata mahasiswa semester awal salah satu kampus di Mataram ini, menceritakan pengalamannya naik salah satu kapal roll on roll off (Roro). (red)