in

Pawai Takbir di Mataram Steril dari Petasan, Panitia: Itu Jasa Polisi

Polisi saat mengamankan pawai takbir di Mataram (Foto: Ist)
Polisi saat mengamankan pawai takbir di Mataram (Foto: Ist)

 

Mataram – Pelaksanaan pawai takbiran tahun ini di Mataram yang salah satunya terpusat di Islamic Center, bisa dibilang cukup spesial. Selain karena berhasil menembus rekor muri, juga karena hampir seluruh masyarakat yang hadir untuk menonton, bisa bisa menikmati jalannya pawai dengan tenang. Alasannya karena area yang dilewati dan seluruh kafilah yang ikut pawai steril dari ledakan kembang api.

Ketua panitia penyelenggara gema takbir malam seribu cahaya Yusril Arwan mengatakan, kemanan dan kenyamanan yang terwujud saat pawai tersebut tak lepas dari kinerja jajaran Polri dan personil pengaman lain yang bekerja keras untuk mewujudkannya.

Baca Juga :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”7786″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

Bukan hanya saat pelaksanaan acara saja, namun sejak persiapan polisi telah ikut terlibat langsung dalam upaya mewujudkan kondusifitas kemanan jalannya perayaan pawai.

“Dari sejak rapat awal, setiap kami undang perwakilan dari Polres Mataram dan Polda NTB selalu hadir. Mereka sangat aktif berkomunikasi dan memberi masukan terkait teknis pengamanan acara,” ungkap Yusril yang dikonfirmasi kicknews, Rabu (28/6).

Salah satu hal yang memang menjadi penekanan adalah pelarangan bagi semua pihak terkait, terutama para kafilah untuk membawa dan membunyikan petasan atau kembang api yang menimbulkan suara ledakan keras.

“Saat technical meeting, hal itu menjadi penekanan dari polisi kepada perwakilan kafilah, sehingga saat pelaksanaan bisa dibilang areal acara steril dari kembang api dan petasan,” tuturnya.

Diakuinya juga memang masih ada suara ledakan kembang api yang terdengar. Namun berasal dari luar areal acara yang berjarak cukup jauh dari lokasi utama.

“yang terpenting tidak disekitar acara, karena tidak jarang kembang api dan petasan ini menjadi penyebab timbulanya masalah ditengah kumpulan masyarakat yang ramai, dan itu jasa polisi” sambungnya.

Disebutkannya juga bahwa selain dari kepolisian, Wakil Walikota Mataram H Mohan Roliskana juga sempat menyebutkan hal serupa kepada perwakilan kafilah sebelum pelaksanaan acara. Bahwa peserta yang terlihat membawa dan menyulut kembang api atau petasan akan mengurangi nilai dari kafilah yang bersangkutan. (hl)