in

Sholat Idul Fitri, Islamic Center Jadi Tempat ‘Selfie’ dan Foto Keluarga

Beberapa warga saat 'selfie' bersama keluarga di Islamic Center
Beberapa warga saat ‘selfie’ bersama keluarga di Islamic Center

 

Mataram – Salat Idul Fitri 1438 H/2017 telah berlangsung di Masjid Hubbul Wathan – Islamic center Nusa Tenggara Barat (IC NTB), Minggu (25/6) pagi. Diikuti oleh puluhan ribu jamaah se kota Mataram, bertindak sebagai Imam Syeikh Ahmad Jalal Abdullah Yahya dari Yordania dan selaku khotib Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi – Gubernur NTB.

Yang unik dari rangkaian perayaan lebaran 2017 yang berpusat di masjid terbesar di NTB ini yaitu banyaknya para jamaah yang berpose dengan latar belakang kemegahan masjid. Mereka mengambil gambar baik sebelum maupun sesudah sholat Idul Fitri dilaksanakan.

Baca Juga :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”7786″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

“Ini menunjukan kebanggaan warga akan icon Islam di NTB ini,” ungkap H Edi, Sesorang tokoh masyarakat di Ampenan.

Sholat Idul Fitri di Islamic Center dihadiri oleh ribuan jemaah dari berbagai penjuru. Kehadiran Syeikh Ahmad Jalal Abdullah Yahya dari Yordania menjadi daya tarik tersendiri, selain Gubernur NTB yang bertindak langsung sebagai khotib.

Tema khutbah Idul Fitri 1438 TGH, Zainul Majdi yang biasa disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu adalah Bagaimana Merawat dan Meningkatkan Amal Shalih Usai Ramadhan. Menurutnya, selama sebulan telah menjalani ibadah puasa dengan semua kelengkapan dan penyempurnanya. Siang hari berpuasa, malam hari tarawih bersama. Masjid ramai dengan kajian agama, umat bertadarus, beritikaf, bersedekah dan berzakat fitrah maupun zakat mal.

”Tak lupa kita kokohkan jalinan silaturahim dan persaudaraan,” katanya.

Mengutip ungkapan Rasulullah bahwa Ramadhan adalah bulan terbukanya semua pintu kebaikan, dimudahkannya semua kebajikan.

”Lalu apa setelah Ramadhan? Bagaimana Syawal, Dzulqaidah, Dzulhijjah dan seterusnya?” ujarnya.

Menurutnya, hal inilah yang menjadi bagian penting dari kita setelah ramadhan berlalu.

”Tugas kita adalah mengisi waktu yang tersisa dalam hidup kita dengan kebaikan. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain ” ucapnya. (bsm-red)