in

Walikota Mataram Bagi Uang “Hol”, Warga Antere Dapat Rp20 Ribu

Antrean warga menunggu uang "hol" dari Walikota Mataram (Foto: Ist)
Antrean warga menunggu uang “hol” dari Walikota Mataram (Foto: Ist)

 

Mataram – Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh membagi-bagikan uang “hol” atau zakat mal kepada warganya yang datang dari berbagai kelurahan selepas salat Tarawih, Jumat (24/6) malam.

“Kegiatan semacam ini merupakan tradisi warisan keluarga yang dilaksanakan setiap tanggal 29 Ramadhan,” kata Ahyar Abduh ketika membagikan uang “hol” di kediaman pribadinya di Lingkungan Terong Tawah, Kelurahan Dasan Agung, Kota Mataram, NTB.

Baca Juga :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”7786″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

Warga yang datang berbondong-bondong tidak hanya berasal dari Kelurahan Dasan Agung tempat domisili Wali Kota Mataram, tetapi ada juga dari Kelurahan Gomong Lama, dan Punia.

Para orang tua rela mengantre untuk mendapatkan uang pemberian sebesar Rp20 ribu, sedangkan anak-anak Rp10 ribu.

Ahyar yang berencana maju dalam Pilkada Gubernur NTB 2018 sengaja memberikan secara langsung uang “hol” tersebut agar lebih dekat dengan warganya menjelang Idul Fitri 1438 Hijriah.

“Cara seperti ini juga bagian dari mempererat tali silaturahim antarsesama umat muslim,” ucap bakal calon Gubernur NTB yang akan diusung Partai Gerindra ini.

Untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan, sekaligus mengatur ketertiban warga mengantre, Ahyar Abduh meminta bantuan anggota Polres Mataram untuk berjaga-jaga.

Ada juga anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Pemkot Mataram bersama warga Lingkungan Terong Tawah, ikut membantu upaya mengatur lalu lintas di jalan raya sekitar tempat tinggal wali kota.

Warga yang sudah memperoleh uang “hol” diberikan tanda tinta di jarinya untuk mencegah terjadinya pembagian berulang-ulang.

Penyaluran uang “hol” merupakan tradisi masyarakat di Pulau Lombok, satu hari menjelang Lebaran. Penyaluran juga bisa dilakukan pada malam perayaan Idul Fitri atau selepas salat Maghrib hingga larut malam.

Tradisi tersebut biasanya dilakukan oleh kalangan ekonomi menengah ke atas kepada warga kurang mampu. (ant)