in

Tak Punya Bukit dan Pantai Indah, Ini Cara Mataram Pikat Wisatawan

Kota Tua Ampenan (Foto: Azi)
Kota Tua Ampenan (Foto: Azi)

 

Mataram – Kondisi Kota Mataram tak memiliki gunung, bukit, atau pantai yang menawan seperti kebanyakan daerah lain di Provinsi Nusa tenggara Barat (NTB). Ini dapat dimaklumi, sebagai ibu kota provinsi, wisatawan khususnya mancanegara jarang singgah. Tetapi, Kota Mataram tidak “pasrah” begitu saja lantaran kondisi tersebut. Berbagai upaya telah dilakukan untuk membuat daya tarik, demi memikat para wisatawan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkot Mataram, HA Latif Najib mengungkapkan, sasaran kunjungan wisatawan nusantara (wisnu) terus dilakukan dengan berbagai cara, terutama untuk meningkatkan PAD. Upaya-upaya tersebut telah menampakkan hasil, dengan pada catatan kunjungan wisnu pada 2016 kemarin. Angka kunjungan wisatawan di Kota Mataram tercatat sekitar 500 ribu orang. “Memang mayoritasnya wisatawan nusantara. Ini tidak lepas dari banyaknya event yang kita gelar,” ujarnya, Selasa (20/6).

Baca Juga :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”490″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

Menurutnya, cara yang cukup efektif untuk mengundang daya tarik wisatawan, salah satunya dengan mengembangkan potensi kuliner. Sekarang, bisa dilihat dari menjamurnya sejumlah rumah makan, seperti lesehan-lesehan yang bertebaran di wilayah Sayang Sayang dan kawasan di Cakranegara.

Beberapa destinasi kuliner di Kota Mataram, dengan lokasi yang mudah dijangkau, di samping dibanderol dengan harga murah, dan pilihan ketersedian makanan yang beragam. Keempat wilayah itu, masing-masing Sayang-Sayang, Cakranegara, Loang Baloq, dan Pantai Mapak. “Ini kita kembangkan terus untuk memikat wisatawan. Coba lihat sekarang dari Loang Baloq sampai Pantai Mapak, banyak yang menyajikan kuliner ikan bakar,” ujarnya.

Upaya lainnya adalah, dengan menambah obyek dan situs bersejarah. Potensi ini ada di Taman Mayura Cakranegara, dan Museum Negeri yang berada di Kecamatan Sekarbela.

Museum sebagai tempat koleksi benda dan situs sejarah, dipromosikan sebagai langkah untuk menarik wisatawan. “Selain mewujudkan keamanan, kebersihan, dan kenyamanan, kita membuat Mataram sebagai kenangan, agara mereka (wisatawan) suatu saat ingin kembali lagi,” ungkapnya. (iko)