in

Polisi Gagalkan Penyelundupan Puluhan Tabung Gas Bersubsidi ke Sumbawa

Ilustrasi tabung gas elpiji yang diselundupkan (Foto: situs post)
Ilustrasi tabung gas elpiji yang diselundupkan (Foto: situs post)

 

Mataram – Aparat kepolisian berhasil menggagalkan aksi penyelundupan sejumlah tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, Senin (19/6). Tabung tersebut hendak dibawa ke Pulau Sumbawa dengan menggunakan bus.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Hj Tri Budi Pangastuti mengatakan, modus yang dilakukan oleh pihak tak bertanggungjawab ini yaitu dengan menamai bus dengan dalih Operasi Taruna Jaya. Namun, Polisi yang melakukan kegiatan patroli tidak mudah dikelabui.

BACA JUGA:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”575″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

“Saat dilakukan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan berpatroli dan memeriksa beberapa kendaraan lebih intensif, kemudian ditemukan bus yang mengangkut gas bersubsidi,” ungkapnya, Rabu (21/6).

Dari mikrobus bernomor Polisi EA 7500 GZ sebanyak 63 unit tabung gas tersebut diamankan oleh polisi. Dan sang sopir yang diketahui berinisial PR (28) warga Desa Dalam, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa bersama mikrobus yang dikendarainya tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Lombok Timur.

“Sopir langsung diamankan beserta barang bukti dan juga mikro bus. Saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polres,” jelasnya.

Menurutnya, aksi penyelundupan tersebut masuk dalam unsur tindak pidana minyak dan gas bumi sebagaimana dimaksud dalam pasal 55 jo 53 huruf b Undang-undang RI Nomor: 22 tahun 2001, tentang Gas Bumi jo pasal 55 KUHP.

“Di sana sudah diatur dalam Undang-undang Migas,” katanya.

“Kalau terbukti melanggar, maka ia bisa terencam dipidana sebagaimana tertuang dalam undang-undang,” pungkasnya.(iko)