in

Disbudpar Kota Mataram ingin Manfaatkan Rumah Tua di Ampenan

Bangunan tua di Ampenan (Foto: situs wisata di lombok)
Bangunan tua di Ampenan (Foto: situs wisata di lombok)

 

Mataram – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Mataram, A Latif Najib mengatakan, untuk menggenjot angka kunjungan wisatawan ke Kota Mataram, pihaknya berkeinginan memanfaatkan bangunan-bangunan, atau rumah tua yang berada di kawasan Ampenan. Pengelolaan itu ditekankan untuk memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sendiri.

Sayangnya, keberadaan gedung-gedung tersebut tak bisa maksimal diintervensi pemerintah, lantaran milik pribadi. “Di sana memang punya pribadi masyarakat sendiri, makanya kami tidak bisa memanfaatkannya,” ungkap A Latif Najib, Kamis (21/6).

BACA JUGA:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”711″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]BACA JUGA :[/su_posts]

Menurut dia, jika terkelola dengan baik, maka ke depannya Kota Tua Ampenan bisa sama keadaannya dengan Jakarta dengan gedung-gedung tuanya yang masih terpelihara. Bedanya, “Kalau di Jakarta itu gedung-gedungnya milik pemerintah, mereka bebas mengelola mau dijadikan apa gedung tersebut,” katanya.

Latif Najib mengaku selama ini pihaknya bukan tanpa upaya. Sebelumnya telah dilakukan pendekatan dalam upaya revitalisasi. Hanya saja, pemilik terkesan ogah-ogahan dan prosesnya pun dinilai cukup ruwet. “Iya pernah dulu untuk revitalisasi. Tetapi mereka tidak mau. Dan yang kedua ini jelas butuh kajian mendalam, perawatannya seperti apa,” jelasnya.

Dengan dikelolanya bangunan tua bersejarah di Kota Ampenan, praktis tidak hanya menciptakan manfaat dari jumlah kunjungan wisatawan saja, juga akan mengangkat ekonomi masyarakat setempat.

“Kalau saja bisa dikelola, bisa dijadikan icon itu. Sekarang ini, kalau kita sebut Monas, pasti orang tahunya Jakarta. Karena itu sudah melekat. Nah kami ingin di Mataram juga begitu,” ungkapnya.(iko)